Hingga mendekati tengah malam ibu korban menelepon korban tetapi yang mengangkat panggilan telepon tersebut adalah saksi dan mengatakan bahwa saksi bersama korban sedang minum es dan ibu korban menyuruh korban agar segera pulang.
“Pada tengah malam di hari yang sama, pelapor sempat mendatangi rumah saksi untuk mencari keberadaan anaknya, tetapi tidak ada di kediamannya dan hingga minggu (12/02/2023) subuh pelapor terus berusaha menghubungi kontak anaknya tetapi terhubung atau dibalas chat oleh korban,” ungkap Sutargo.
BACA JUGA: Lima Rumah Warga Marindi di Tabalong Ludes Terbakar Tadi Malam, Kerugian Rp 480 Juta
Dilanjutkannya, masih pada Sabtu tengah malam, saksi saat itu berperan membandari putaran minuman beralkohol yang sebelumnya sudah dibeli pelaku.
Kemudian saksi menawari pelaku melalui pesan chat yang berisi ‘jadikan hendak BO’, dan diblas pelaku membalas ‘iya’.
“Saat korban berdiri untuk pergi ke toilet, korban terjatuh dan diangkat oleh pelaku ke dalam kamar, kemudian diketahui oleh saksi berdasarkan pengakuan pelaku bahwa korban sudah disetubuhi sebanyak 1 kali,” lanjutnya.
Keesokan paginya, ibu korban yang sedang bersih-bersih rumah melihat anaknya yang datang dalam posisi berdiri depan pintu rumah.
Setalah itu ibu korban membawa ke rumah tetangganya dan menanyakan kepada korban perihal apa kejadian yang sebenarnya terjadi.









