BLITAR, KALIMANTANLIVE.COM – Tim Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) dan Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Timur menemukan sisa-sisa puntung rokok di dekat sumber ledakan petasan di Dusun Tegalrejo, Desa Karangbendo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar.
Polisi pun menduga ledakan diakibatkan korban merakit petasan sambil merokok.
“Karena mereka tidak profesional ya. Jadi saat meracik tidak aman, sambil merokok hingga terjadi ledakan hebat akibat black powder kena percikan api rokok,” kata Kapolresta Blitar AKBP Argowiyono, dikutip dari detikJatim, Senin (20/2).
Di sekitar lokasi ledakan, polisi juga menemukan tiga panci yang diduga berisi bahan peledak.
# Baca Juga :Kebakaran di Gang Sepakat Teluk Dalam Hanguskan Satu Rumah, Warga Dengar Suara Ledakan
# Baca Juga :FAKTA Mengagetkan Kebakaran di Kampung Melayu Banjarmasin, dari Teriakan Minta Tolong hingga Suara Ledakan
# Baca Juga :Gudang JNE di Pekapuran Terbakar Subuh Tadi, Terdengar Suara Ledakan
# Baca Juga :UPDATE Perang Ukraina, Ledakan Dahsyat Guncang Pangkalan Udara Rusia di Crimea
Dandim 0808 Blitar Letkol Inf Dwi Sapto mengatakan ada tiga bahan peledak yang memicu ledakan, yakni black powder (bubuk mesiu) dicampur sulfur dan serbuk gandum, sehingga akan meledak jika terdapat percikan api dalam sesaat.
Ledakan di Dusun Tegalrejo diperkirakan terjadi hingga radius 100-150 meter.
Hal itu lantaran potongan tubuh korban terlempar dan ditemukan sejauh 100 meter lebih dari pusat ledakan, di rumah Darman (65).
“Potongan tubuh korban rata rata terlempar sekitar 100 sampai 150 meter dari titik ledakan,” kata Anggota Tim SAR Trenggalek, Eko Hasim, yang melakukan evakuasi di lokasi, Senin (20/2/2023).
Tak hanya itu, potongan tubuh tersebut ada yang ditemukan di jalan, di atap rumah warga, hingga di kebun.
Sementara itu, satu bayi berusia empat bulan mengalami gegar otak ringan akibat ledakan di rumah warga di Kecamatan Ponggok pada Minggu (19/2/2023) malam,
Bayi tersebut merupakan satu dari 24 warga yang mengalami luka-luka usai ledakan diduga karena bahan petasan terjadi di rumah warga bernama Darman (65).
Empat orang tewas dalam peristiwa itu, termasuk sang pemilik rumah.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar Christine Indrawati mengatakan, bayi berusia empat bulan tersebut mengalami gegar otak ringan.
Kini bayi itu masih menjalani perawatan di RSUD Srengat, Kabupaten Blitar.
“Gegar otak ringan. Tapi harus dilakukan observasi karena bayi tersebut tinggalnya hanya dipisahkan satu rumah dari sumber ledakan. Jadi cukup dekat,” ujar Christine saat ditemui Kompas.com di lokasi kejadian, Senin (20/2/2023).
Karena usia bayi yang masih sangat muda dan dampak ledakan yang begitu kuat, kata Christine, maka bayi tersebut harus menjalani observasi di rumah sakit selama beberapa hari.
Sementara korban luka-luka lainnya, kata dia, mayoritas adalah luka ringan seperti luka gores dan memar akibat tertimpa material bangunan rumah yang jatuh saat terjadi ledakan.
Menurut dia, terdapat juga korban luka-luka berupa luka gores akibat tergores benda saat berlari berhamburan keluar rumah akibat panik.
“Korban luka lainnya sebanyak 23 orang. Semuanya sudah diperbolehkan pulang setelah menjalani pemeriksaan dan pengobatan di rumah sakit,” ujarnya.







