Kapan Malam Nisfu Syaban 2023? Ustadz Adi Hidayat Sebut Amalan Sebelum Ramadan
KALIMANTANLIVE.COM – Nisfu Syaban memiliki banyak keistimewaan bagi umat Islam. Bahkan, kapan malam Nisfu Syaban 2023, wajib dikatahui seluruh umat Islam.
Nisfu Syaban merupakan salah satu hari yang istimewa. Sebab di malam tersebut, Allah SWT memberi ampunan yang besar.
Tak main-main, konon dosa-dosa juga akan dihapuskan di malam tersebut.
Secara luas, Nisfu Syaban sendiri bermakna dibukanya 300 pintu rahmat dan ampunan untuk makhluk Allah yang beriman.
Dalam penanggalan kalender Hijriah, setelah Rajab maka muncul bulan Syaban. Tak berbeda dengan Rajab, Syaban juga menjadi bulan yang penuh keberkahan.
Bulan Syaban dimulai pada 22 Februari 2023. Nisfu Syaban sendiri adalah hari ke-15 di bulan Syaban.
Pertanyaannya kemudian, kapan malam Nisfu Syaban 2023?
Pada tahun ini, Nisfu Syaban 2023 jatuh pada tanggal 8 Maret. Sementara malam Nisfu Syaban jatuh pada 7 Maret 2023.
Mengutip laman NU Online, penanggalan ini sesuai dengan pemantauan hilal yang telah dilakukan PBNU baru-baru ini.
Ada banyak amalan yang bisa dilakukan di malam Nisfu Syaban. Salah satu yang paling dianjurkan adalah membaca surat Yasin sebanyak tiga kali di malam Nisfu Syaban.
Yasin yang pertama dibaca untuk mendapatkan umur panjang dengan lindungan dari Allah SWT.
Kemudian Yasin kedua diniatkan untuk menolak bala dan segala marabahaya. Sementara Yasin ketiga untuk keberkahan dan rezeki yang cukup sepanjang hidup.
Itulah penjelasan terkait kapan malam Nisfu Syaban 2023. Jangan lupa perbanyak amalan saleh di malam Nisfu Syaban.
Menurut Ustaz Adi Hidayat
Ustadz Adi Hidayat yang kerap disapa UAH mengisyaratkan bahwa sebelum masuk bulan suci Ramadan perbanyaklah puasa.
Puasa sebelum bulan suci Ramadan adalah ajang latihan serta bisa menguatkan ruh dan jiwa kita.
“Sehingga ketika sampai di bulan Ramadan, kita bisa semangat beraktivitas memanfaatkan siang dan malam,” terang UAH dari Youtube Adi Hidayat Official.
“Memanfaatkan siang dan malam untuk beribadah seperti khatam Quran dan ibadah lain,” imbuhnya.
Bulan Sya’ban adalah waktu yang terbaik untuk membiasakan ibadah menuju bulan suci Ramadan.
Orang-orang yang tak punya persiapkan sejak bulan Syaban, bakal merasa hal berbeda tatkala masuk bulan Ramadan.
Semisal tampak lesu dan lemas ketika berpuasa karena tak punya gairah meningkatkan ibadah kepada Allah.
Menurut riwayat sahabat Usamah bin Zaid, ketika masuk bulan Syaban Nabi Muhammad SAW meningkatkan banyak amalan.
“Amalan yang spesifik yang dikerjakan Nabi saw. itu ternyata puasa,” ungkap UAH.
Banyak sahabat yang terheran-heran karena sudah berpuasa sejak bulan Rajab, tapi bulan Syaban puasa lebih banyak lagi.
“Sahabat pun mengkonfirmasi tentang kebiasaan puasa Rasulullah di bulan Syaban,” kisah Ustadz Adi Hidayat.
“Kemudian Rasulullah saw. menjawab, bulan Syaban itu agung tidak seperti yang kamu bayangkan,” lanjutnya.
Hal itu membuat bulan Syaban istimewa, sebab amal-amal akan langsung dilaporkan ke depan Allah SWT.
“Allah Maha Mengetaui, tanpa dilaporkan pun sebetulnya segala amal kita sudah tahu,” ujar UAH.
“Tapi ini ingin menunjukkan suatu keistimewaan bagaimana malaikat melaporkan amal ibadah … adalah suatu kebanggan,” sambungnya.
Ustadz Adi Hidayat mengingatkan hikmah puasa yang membuat muslim terbiasa terhadap 2 hal.
Yang pertama adalah terbiasa menjaga amal shaleh supaya lebih istiqomah.
“Karena saat puasa, kita akan senang baca Al-Quran, senang sedekah, itu sudah otomatis,” ujarnya.
Sedangkan yang kedua, adalah terhindar dari beramal salah atau bermaksiat.
“Makanya ketika orang yang berpuasa pasti menjaga dari perbuatan maksiat,” tutur UAH.
“Karena Minimal ia takut puasanya batal karena itu orang yang berpuasa amalannya cenderung baik,” pungkas Ustadz Adi Hidayat.
Demikianlah keterangan lengkap Ustadz Adi Hidayat mengenai keutamaan Nisfu Syaban dan kebiasaan Rasulullah.
Editor : NMD
Sumber : Kalimantanlive.com/berbagai sumber






