KALIMANTANLIVE.COM – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini cuaca ekstrem di sejumlah wilayah di Indonesia, Sabtu (25/2/2023).
Menurut BMKG ada 32 wilayah di Indonesia berpotensi mengalami cuaca ekstrem pada, Sabtu (25/2/2023).
Cuaca ekstrem yang dimaksud ialah hujan lebat dapat disertai petir dan angin kencang.
# Baca Juga :Warga Banjarbaru Harus Waspada! BMKG: 24 Februari – 2 Maret Potensi Cuaca Ekstrem
# Baca Juga :30 Wilayah di Tanah Air Turun Hujan Lebat, Jumat 24 Februari 2023, BMKG: Kalsel Bercuaca Ekstrem
# Baca Juga :Peringatan Dini Kamis 23 Februari 2023, BMKG: 31 Wilayah Cuaca Ekstrem, Kalsel Hujan Petir
# Baca Juga :Peringatan Cuaca BMKG Hari Ini Rabu 22 Februari 2023, Waspada Kalsel Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang!
Seperti Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, untuk hari ini berpotensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang.
Sementara itu wilayah lain yang berpotensi hujan lebat disertai petir dan angin adalah Aceh, Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, dan Jambi.
Berikut peringatan dini cuaca ekstrem 32 wilayah Indonesia, Sabtu, 25 Februari 2023, dikutip dari bmkg.go.id:
Wilayah berpotensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang:
- Aceh
-
Sumatera Barat
-
Riau
-
Kep. Riau
-
Bengkulu
-
Jambi
-
Sumatera Selatan
-
Kep. Bangka Belitung
-
Lampung
-
Banten
-
Jawa Barat
-
DKI Jakarta
-
Jawa Tengah
-
Yogyakarta
-
Jawa Timur
-
Bali
-
Nusa Tenggara Barat
-
Nusa Tenggara Timur
-
Kalimantan Barat
-
Kalimantan Tengah
-
Kalimantan Utara
-
Kalimantan Timur
-
Kalimantan Selatan
-
Sulawesi Utara
-
Sulawesi Tengah
-
Sulawesi Barat
-
Sulawesi Selatan
-
Sulawesi Tenggara
-
Maluku Utara
-
Maluku
-
Papua Barat
-
Papua
Pusat Tekanan Rendah
Dikutip dari situs resmi BMKG, Pusat Tekanan Rendah terpantau di perairan barat Australia dan Australia Bagian Utara yang membentuk daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) memanjang di perairan selatan NTB hingga NTT.
Sirkulasi Siklonik lainnya terpantau di Aceh, di Samudera Hindia Barat Daya Lampung, di Sarawak, dan perairan Timur FIlipina, yang membentuk daerah konvergensi memanjang dari Selat Malaka hingga perairan Barat Aceh, dari perairan barat Sumatera Barat hingga Banten.
Lalu, dari Samudera Hindia Barat Sumatera hingga perairan Selatan Banten, dari Laut Cina Selatan hingga Kalimantan Barat, dari Samudera Pasifik Timur Filipina hingga daratan Kep, Filipina Bagian Selatan.
Daerah konvergensi lainnya juga terpantau memanjang dari Selat Malaka hingga Aceh, dari Selat Karimata hingga Kep. Riau, dari Banten hingga Jawa Timur, dari Laut SUlawesi hingga Kalimantan Utara, dari Kalimantan Timur hingga Sulawesi Tengah.
Kemudian, di Laut Jawa, di Laut Banda, dari Kalimantan Tengah bagian Selatan hingga Kalimantan Selatan, dari Laut Maluku hingga Laut Seram, dan dari Papua Barat hingga Papua serta daerah pertemuan angin (konfluensi) di Selat Makassar Bagian Selatan hingga Laut Aru.
Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar pusat tekanan rendah/sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi/konfluensi tersebut.
Peningkatan Kecepatan Angin Permukaan >25 knot terpantau di perairan timur Vietnam, Laut Natuna Utara, Laut Jawa,
Laut Flores, dan perairan selatan Bali hingga NTT yang dapat meningkatkan ketinggian gelombang laut di wilayah perairan tersebut.
Editor : NMD
Sumber : Kalimantanlive.com/bmkg.go.id







