“Sebetulnya kita terlebih dahulu mengusulkan, tapi karena mungkin belum ada tindak lanjut, akhirnya saat ini sudah ada Aplikasi Satu Sehat dari Kementerian Kesehatan. Namun ini tentu sebetulnya berbeda dengan maksud kami kemarin terkait usulan ini. Ada hal-hal yang tentunya mungkin masih bisa kita upayakan agar kita bisa meningkatkan PAD melalui aplikasi khusus masalah kesehatan ini, bukan hanya bergantung pada aplikasi yang dikeluarkan oleh pusat,” ujarnya.
Sementara, Balai Kesehatan Olahraga Masyarakat (BKOM) mengeluhkan sarana dan pra sarana yang dirasa cukup memprihatinkan akibat kurangnya pemeliharaan Kepada wakil rakyat Komisi IV, BKOM menjelaskan keadaan sarana di BKOM.
“Ruang futsal kita rusak parah, mudah-mudahan dengan diperbaiki itu bisa meningkatkan PAD kita. Bangunan kami lantai dan dinding hancur, atap bocor bahkan terkadang sampai banjir, gedung senam runtuh di sebelah kanan,” jelas Kepala BKOM Kalsel, Sucilianti Akbar.
Beliau juga menyampaikan bahwa BKOM telah melakukan MoU dengan 9 instansi agar jika instansi tersebut ingin melakukan pemeriksaan kebugaran kesehatan, dapat melakukannya di BKOM.
Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi IV, Wahyudi Rahman akan mengundang Bappeda serta bertolak ke Kemenkes. “Bappeda nanti harus dihadirkan juga mana curhatan-curhatan ini bisa terakomodir oleh Bappeda. Kalau perlu nanti kita ke Kemenkes,” ucapnya. (*)
Kalimantanlive.com/Hms DPRD Kalsel
Editor : elpian







