Hal sama dilakukan pihak Dinsos P3AP2KB yang telah melakukan pendataan dan menyalurkan bantuan kepada warga terdampak banjir sementara Dinkes Banjar melalui Kabid Yankes Subehan menjelaskan pihaknya memberikan layanan kesehatan gratis di wilayah terdampak banjir secara langsung dari rumah ke rumah dan membentuk Tim Gerak Cepat ( TGC ) melalui Puskesmas – Puskesmas.
BACA JUGA : Bupati Banjar Resmi Serahkan Bantuan 1.000 Paket Sembako PT AGM untuk Warga Terdampak Banjir
Dinkes juga memberikan obat obatan yang diperlukan akibat bencana banjir secara gratis kepada warga.

Sementara itu dalam laporannya Kalak BPBD Banjar Warsita menerangkan, dari 20 kecamatan yang ada 11 diantaranya terdampak banjir. Data sementara yang ada pada pihaknya sebanyak 10.736 rumah terendam, yang dihuni 11.754 KK atau 49.820 jiwa.

“Berdasarkan situasi dan kondisi serta data dan fakta yang terdokumentasi dari hasil pantauan di lapangan, maka kami mengusulkan peningkatan status siaga darurat bencana menjadi status tanggap darurat bencana banjir, angin puting beliung dan tanah longsor di Kabupaten Banjar selama 14 hari,” jelasnya.
Kalimantanlive.com/nabila
Editor : elpian







