Tambrani mengaku tak menyadari kalau sang anak tersebut gantung diri.
“Saya tak sadar, karena saya cuma melihat kakinya saja, karenakan terhalang oleh atap rumah. Dikira dia sedang berdiri di tangga sambil main hp, tapi kelihatan tidak bergerak,” jelasnya.
Melihat tidak ada pergerakan, Tambrani pun menyuruh anaknya yang perempuan untuk memeriksa kondisi korban.
“Soalnya saya sedang makani cucu. Jadi anak saya perempuan itu yang liat, dan diperiksa ternyata dia sudah dalam keadaan gantung diri,” katanya.
BACA JUGA:
Ia pun memanggil keluarganya yang lain, untuk mencek dan memastikan kembali kondisi korban.
Namun setelah diperiksa ternyata benar kondisi korban sudah dalam keadaan meninggal dunia.
“Padahal lokasi tangga itu berdekatan dengan tempat saya duduk, tapi saya tidak ada mendengar suara yang aneh-aneh,” kata ayah korban.
Atas kejadian itu, pihak kepolisian dari Inafis Polresta Banjarmasin telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di lokasi kejadian.
Setelah itu jasad korban dibawa ke ruang Istalasi Pemulasaran Jenazah RSUD Ulin, untuk menjalani proses visum.
Hingga berita ini dilansir, belum ada keterangan apa pun yang disampaikan pihak kepolisian di lokasi kepada awak media.
Kalimantanlive.com/Ilham
Editor : elpian







