“Apalagi Suhardi yang sehari-harinya sebagai penjual es keliling mempunyai tiga orang anak masih kecil-kecil dan satu mengalami kelumpuhan di usia 10 tahun,” jelas Amir Hasan.
Usai menerima penyeraha rumah yang telah bedah, Suhardi mengucapkan terima kasih kepada Kapolda Kalsel, Kapolres Kotabaru dan Kapolsek Pulau Laut Barat beserta jajarannya yang peduli terhadap keluarganya dengan membedah rumah yang tidak layak huni menjadi layak huni.
BACA JUGA :
Bupati Sayed Jafar Optimistis Tahun Depan Kotabaru Akan Dapat Piala Adipura
“Sebelum dibedah, kami satu keluarga sangat berhati-hati ketika melakukan aktifitas di dalam rumah dan disaat tidurpun kami tidak tenang dikarenakan kondisi rumah kami sangat memperihatinkan,” tuturnya.
Kata Suhardi, karena kondisinya, salah melangkah kami akan jatuh ke kolong rumah karena sebagian papan lantai sudah lapuk dan juga atap rumah kami pun juga bocor dan mulai rapuh.
“Rasa syukur kami ucapkan kepada Allah SWT dan semua pihak yang telah membantu keluarga kami dengan membangunkan rumah yang benar-benar layak huni,” katanya dengan mata berkaca-kaca.
Suhardi menambahkah, dengan teleh direnovasinya rumah miliknya, keluarganya sudah tidak perlu lagi berhati-hati dalam melakukan aktifitas dan tidur pun sudah bisa nyenyak karena sudah menjadi rumah yang layak huni.
“Untuk bapak Kapolda Kalsel, Kapolres, Kapolsek Pulau Laut Barat dan juga seluruh pihak yang membantu dalam pelaksanaan bedah rumah kami, saya selaku kepala keluarga hanya mengucapkan satu kata, semoga mereka yang telah membantu kami selalu diberikan keberkahan dan kesehatan selalu,” ucap Suhardi.
Kalimantanlive.com/siti rahmah
Editor : elpian







