Ketua Bawaslu Provinsi Kalsel Azhar Ridhanie mengatakan memang diperlukan transportasi air dan darat sebagai penyokong Panwaslu kecamatan agar dapat melaksanakan tugas pengawasan Pemilu 2024 dengan maksimal.
“Seperti di Sungai Buluh, atau Panwaslu kecamatan lain yang kemudian kondisi geografisnya harus mengarungi sungai-sungai dan atau kemudian mendaki gunung, bukit-bukit, sehingga diperlukan alat trasportasi yang memadai, misalnya katakanlah sepeda motor trail, atapun kalau sungai-sungai atau lautan itu kami memerlukan seperti speed boat atau kapal-kapal yang memudahkan dalam melaksanakan proses pengawasan Pemilu,” jelasnya.
BACA JUGA : Komisi II DPRD Kalsel Sambangi Jatim Upayakan Pasokan Sapi Potong Bulan Ramadhan, IdulFitri dan IdulAdha
Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi I DPRD Kalsel H Sahrujani memastikan bahwa Bawaslu Provinsi akan menangani permasalahan tersebut.
“Sejauh ini yang kita lihat, kita diskusi dengan Bawaslukecamatan dan kabupaten pada prinsipnya mereka sudah siap untuk dilaksanakannya Pemilu yang akan diselenggarakan pada bulan Februari 2024 tersebut.
Menurut Sahrujani, tentunya ada kendala-kendala yang tadi salah satunya alat transportasi ke sungai dan lain sebagainya dan juga masalah honor yang sampai saat ini masih belum terealisasai.
“Tapi dari Bawaslu Provinsi akan siap dan akan secepatnya dibayarkan,” jelasnya.
Kalimantanlive.com/eep
Editor : elpian







