BANJARMASIN, Kalimantanlive.com – ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalsel H Supian HK menegaskan pihaknya berkomitmen membantu pemerintah menekan angka penyebaran stunting di banua.
“Saat ini DPRD Provinsi Kalsel, melalui Komisi IV yang membidangi kesejahteraan masyarakat tengah menggodok Raperda sebagai upaya untuk mengatasi permasalahan stunting,” katanya, saat pers conference, bertajuk dukungan Bank Indonesia terhadap program penurunan prevalansi stunting di gedung DPRD Provinsi Kalsel pada Jumat, (10/3/2023) pagi.
Press Conference juga dihadiri BKKBN Provinsi Kalsel, Biro Perekonomian Setda Kalsel dan sejumlah wartawan yang tergabung dalam Press Room Sekretariat DPRD Provinsi Kalsel.

Supian HK mengatakan, tingginya prevalensi stunting di Kalsel menjadi perhatian khusus Wakil Rakyat “Rumah Banjar”. Dia mengatakan pihaknya akan berkomitmen dalam upaya menurunkan tingkat stunting yang ada.
“Stunting ini bukan permasalahan yang ringan. Menangani stunting berarti menangani masa depan. Diharapkan dengan kita membuat payung hukum tersebut dapat menjadi acuan pemberantasan stunting. Termasuk untuk anggaran juga” ujar H. Supian HK.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalsel, Wahyu Pratomo mengatakan bahwa pihaknya juga akan turut serta menekan angka stunting di Kalsel dengan sejumlah program, salah satunya ialah melalui CSR (Corporate Social Responsibility).
“Dukungan Bank Indonesia terhadap upaya stunting meliputi pengendalian inflasi, peningkatan kapasitas pelaku UMKM, menambah laju akselarasi digital, penyediaan uang rupian agar tetap beredar layak dengan jumlah yang tepat dan CSR,” papar Wahyu Pratomo.







