KALIMANTANLIVE.COM – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini cuaca ekstrem hari ini, Selasa (14/3/2023).
Mengutip dari bmkg.go.id, potensi cuaca ekstrem terjadi di beberapa wilayah di Indonesia besok.
Menurut informasi BMKG, cuaca ekstrem berpotensi terjadi di 29 wilayah temarsuk wilayah Kalimantan Selatan.
# Baca Juga :INFO Cuaca BMKG Senin, 13 Maret 2023: Kalsel, Kalteng, Kaltim, Kalbar & Kaltara Hujan Petir
# Baca Juga :INFO Cuaca BMKG Sabtu 11 Maret 2023, Kalimantan Selatan Hujan Lebat, Petir & Angin Kencang
# Baca Juga :Peringatan Dini Cuaca Jumat 10 Maret 2023, BMKG: Kalsel dan 30 Wilayah Potansi Cuaca Ekstrem
# Baca Juga :Peringatan Dini Cuaca 30 Wilayah Tanah Air 9 Maret 2023, BMKG: Kalsel, Kalteng, Kaltim Potensi Hujan Lebat
Terpantau ada 5 wilayah yang diprediksi akan terjadi hujan lebat disertai kilat, serta angin kencang.
Sementara 24 wilayah lainnya terjadi hujan disertai kilat dan angin kencang.
Selain itu juga terdapat pusat tekanan rendah yang terjadi di wilayah Samudra Pasifik Timur Filipina.
Wilayah yang berpotensi terjadi hujan disertai kilat/petir dan angin kencang:
- Aceh
-
Sumatera Barat
-
Jawa Tengah
-
Nusa Tenggara Barat
-
Nusa Tenggara Timur
Wilayah yang berpotensi terjadi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang:
- Bengkulu
-
Jambi
-
Sumatera Selatan
-
Kep. Bangka Belitung
-
Lampung
-
Banten
-
Jawa Barat
-
DKI Jakarta
-
Jawa Timur
-
Kalimantan Barat
-
Kalimantan Tengah
-
Kalimantan Utara
-
Kalimantan Timur
-
Kalimantan Selatan
-
Sulawesi Utara
-
Gorontalo
-
Sulawesi Tengah
-
Sulawesi Barat
-
Sulawesi Selatan
-
Sulawesi Tenggara
-
Maluku Utara
-
Maluku
-
Papua Barat
-
Papua
Pusat Tekanan Rendah
Pusat Tekanan Rendah terpantau di Samudra Pasifik Timur Filipina yang menginduksi peningkatan kecepatan angin lebih dari 25 kt (low level jet) memanjang di Samudra Pasifik Timur Filipina dan daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) di Laut Jawa, Selat Makassar, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara.
Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan, kecepatan angin, dan ketinggian gelombang laut di sekitar pusat tekanan rendah dan di sepanjang daerah low level jet dan konvergensi tersebut.
Sirkulasi Siklonik terpantau di Papua yang membentuk daerah konvergensi memanjang di Papua hingga Papua Barat.
Daerah konvergensi lain juga terpantau memanjang dari Kalimantan Tengah hingga Kalimantan Timur.
Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi tersebut
Editor : NMD
Sumber : Kalimantanlive.com/bmkg.go.id






