“Misalnya melalui pemberian kredit murah untuk UMKM, Bank Kalsel harus ikut hadir disini. Itu supaya bisa membantu geliat ekonomi mikro di Banua bisa terus tumbuh positif,” timpalnya lagi.
Terkait modal inti yang harus dipenuhi Bank Kalsel sebesar Rp3 Triliun paling lambat pada tahun 2024 yang disyaratkan OJK, dirinya menaruh optimis Bank Kalsel mampu memenuhinya.
“Saya lihat rencana pemenuhan modal inti sebesar Rp 3 Triliun yang dilakukan Bank Kalsel sudah on the track. Saya optimis itu bisa mereka capai nantinya,” tukasnya.(*)
Kalimantanlive.com/Humas BI
Editor : elpian








