Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk terus meningkatkan semangat Ukuwah Islamiyah, Wathaniyah maupun Insaniyah akan membuat sebuah negara hidup rukun dengan beragam perbedaan baik agama, adat, suku dan budaya.
“Kita memang diciptakan oleh Allah berbeda-beda, dan kita bisa hidup berdampingan, hidup harmonis serta bersama-sama berjuang dengan semangat gotong royong untuk memajukan negara ini,” ucapnya.
Diharapkan Jokwi, masyarakat Melayu Banjar dapat menjadi tuan rumah sendiri dan berperan aktif hingga menjadi bagian penting dalam sejarah terwujud IKN di Kalimantan Timur.
“Kita ingin membangun sebuah cara kerja yang baru dan merubah pola pikir agar kita bisa bersaing dengan negara-negara lain,” jelasnya.
Kalimantanlive.com/A Hidayat
Editor : elpian







