Saat Musim haji, sedikitnya 200.000 jemaah Indonesia mengunjungi Madinah khususnya Masjid Nabawi, ditambah lagi ratusan jutaan jemaah dari negara lain guna melakukan salat arba`in (salat 40 waktu tanpa terputus).
Belum lagi jutaan orang yang silih berganti berdatangan ke Madinah ketika menunaikan umrah baik dari Indonesia maupun dari negara lain.
BACA JUGA:
Dinas Kesehatan Tanbu Turun ke Desa-desa, Berikan Layanan Kesehatan bagi Masyarakat dan Bina 1D1M
Hal ini menjadikan Madinah menjadi kota yang tidak pernah mati selama 24 jam sepanjang tahun. Kota yang terletak di sebelah utara Mekkah dengan jarak tempuh sekitar 450 km ini pada masa Nabi Muhammad saw. menjadi pusat dakwah, pengajaran dan pemerintahan Islam.
Di Madinah pula diletakkan foundasi perpolitikan modern oleh Rasulullah yang termaktub dalam Piagam Madinah.

“Saya ingin Tanah Bumbu seperti Kota Madinah, masjidnya terang benderang dan 24 jam buka,” kata Bupati Tanah Bumbu Zairullah Azhar, belum lama ini.
Membangun Tanah Bumbu sebagai Serambi Madinah, lanjut Abah Zairullah, tidak hanya dengan membangun rumah-rumah tahfidz, menjalankan program 1D1M saja, tapi pihak lainnya juga harus mendukung, melalui penataan kota yang bagus. Jadi semua ikut terlibat dalam mewujudkan Serambi Madinah.
“Kita melihat, untuk mendukung Serambi Madinah, saat ini dua SKPD di Tanah Bumbu, ada kesepakatan atau tidak, bahu membahu menata kota,” ucapnya.







