KALIMANTANLIVE.COM – Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan infomasi peringatan dini cuaca ekstrem untuk hari ini, Selasa (28/3/2023).
Dikutip laman resmi bmkg.go.id, potensi cuaca ekstrem terjadi di beberapa wilayah di Indonesia besok.
Berdasarkan informasi terbaru dari BMKG, cuaca ekstrem berpotensi terjadi di 32 wilayah.
# Baca Juga :Prakiraan Cuaca Senin 27 Maret 2023, BMKG: 30 Wilayah Termasuk Kalsel Waspada Cuaca Ekstrem
# Baca Juga :Peringatan Dini Sabtu 25 Maret 2023, BMKG: Wilayah Kalimantan Selatan Potensi Cuaca Ekstrem
# Baca Juga :Peringatan Dini 31 Wilayah Jumat 24 Maret 2023, BMKG: Kalsel Potensi Alami Cuaca Ekstrem
# Baca Juga :Info Cuaca Kalimantan Selatan Kamis 23 Maret 2023, BMKG: Potensi Hujan Lebat, Kilat & Angin Kencang
Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Kalimantan Tengah (Kalteng) berpotensi terjadi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang.
Potensi hujan disertai kilat dan angin kencang juga terjadi di Bengkulu dan DKI Jakarta.
Sementara 30 wilayah lainnya akan terjadi cuaca ekstrem hujan lebat disertai kilat, serta angin kencang.
Berikut wilayah yang berpotensi hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang adalah:
- Bengkulu
-
DKI Jakarta
Wilayah yang berpotensi terjadi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang:
- Aceh
-
Sumatera Utara
-
Sumatera Barat
-
Riau
-
Jambi
-
Sumatera Selatan
-
Kep. Bangka Belitung
-
Lampung
-
Banten
-
Jawa Barat
-
Jawa Tengah
-
Yogyakarta
-
Jawa Timur
-
Bali
-
Nusa Tenggara Barat
-
Nusa Tenggara Timur
-
Kalimantan Barat
-
Kalimantan Tengah
-
Kalimantan Utara
-
Kalimantan Timur
-
Kalimantan Selatan
-
Sulawesi Utara
-
Gorontalo
-
Sulawesi Tengah
-
Sulawesi Selatan
-
Sulawesi Tenggara
-
Maluku Utara
-
Maluku
-
Papua Barat
-
Papua
Bibit 94S terpantau berada di Samudera Hindia selatan Jawa Timur dengan kecepatan angin maksimum 20 knot dan tekanan udara minimum 1006 mb.
Sistem ini membentuk daerah konvergensi di Samudra Hindia selatan Jawa.
Dalam 24 jam ke depan, sistem ini bergerak ke arah barat daya, dengan potensi untuk tumbuh menjadi siklon tropis dalam kategori rendah.
Pusat tekanan rendah terpantau di Samudera Hindia Barat daya Lampung dan di Laut Banda yang membentuk daerah konvergensi.
Konvergensi memanjang di Samudera Hindia Barat daya Lampung dan dari Laut Flores hingga Laut Arafuru.
Sirkulasi siklonik juga terpantau di Perairan Utara Maluku Utara yang membentuk daerah konvergensi memanjang dari Laut Flores hingga Samudera Pasifik Utara Papua Barat.
Editor : NMD
Sumber : Kalimantanlive.com/berbagai sumber/bmkg.go.id








