“Setelah SPBU ini ke depan akan kita kembangkan lagi infrastruktur pelabuhan di sini. Mulai dari dermaga, docking hingga balai latihan untuk nelayan. Ini supaya nelayan di Kecamatan Aluh-Aluh semakin produktif dan ekonomi disini bisa terus tumbuh positif,” tambahnya.
Sementara, Anggota DPR RI Dapil Kalsel H Syaifullah Tamliha berharap SPBU di Kecamatan Aluh-Aluh ini bisa dimanfaatkan dengan baik oleh para nelayan.
BACA JUGA: Wabup Habib Idrus Al Habsyie : SPBU Nelayanan Aluh-Aluh Pertama di Kabupaten Banjar
Dia berjanji terus berupaya memperjuangkan agar semakin banyak nelayan di Kalsel bisa mendapatkan Kartu KUSUKA. Dengan begitu, mereka bisa mendapatkan beragam bantuan dari pemerintah untuk meningkatkan produktivitas melautnya.
“Ada pun hal-hal yang disampaikan oleh nelayan tadi kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, baik itu masalah tambahan kuota BBM besubsidi hingga infrastruktur pendukung, kita akan terus coba perjuangkan lagi dengan berkoordinasi bersama instansi terkait,” jelas Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu.
Executive General Manager Patra Niaga Regional Kalimantan M Taufiq Setyawan menjelaskan, dengan diresmikannya SPBU Nelayan di Kecamatan Aluh-Aluh ini, maka SPBU Nelayan di Provinsi Kalsel berjumlah 8 buah. Bahkan, rencananya ditambah lagi dua buah SPBU Nelayan pada tahun 2023 ini.
“Ada pun BBM Bersubsidi yang kita salurkan di SPBU Nelayan di seluruh Kalsel berjumlah 11.000 kilo liter. Khusus untuk SPBU Nelayan di Kecamatan Aluh-Aluh ini jumlahnya mencapai 400 kilo liter per tahun dengan penyaluran kepada 1.300 kapal,” bebernya.
Bagi Pertamina, menurutnya, hadirnya SPBU Nelayan ini adalah sebuah upaya pihaknya bersama instansi terkait, untuk bisa mewujudkan sila ke 5 yaitu Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
“Karena dengan hadirnya SPBU Nelayan ini maka nelayan bisa mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan BBM Bersubsidi dengan mudah dan harga murah,” tuturnya.







