Menurut dia, terkait hal itu sudah ada MOU di tahun 2019 bahwa pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus bisa sama sama bersinergi.
“Jadi di tahun ini pemerintah daerah menggelontorkan dana anggaran 50 miliar untuk pembebasan lahan. APBN di 2024 akan dibantu untuk menyiapkan anggaran sebesar 50,6 miliar untuk perpanjangan dan pelapisan landas pacu,” jelas Chairul Humam.
BACA JUGA : Warga Kotabaru Antusias Sambut Gebyar Ramadhan 2023 di Siring Laut, Ngabuburit, Berburu Takjil hingga Bukber
Dia menjelaskan, terkait penumpang, memang saat ini pihaknya sebagai penyelenggara bandar udara GSA Kotabaru selalu didukung oleh pemerintah daerah dalam hal ini bupati beserta jajaran khususnya dinas perhubungan.
Namun, lanjutnya, dari sisi maskapai yang beroperasi yakni Wings Air mengharapkan stabil dulu jumlah penumpang, baru mereka mau menurunkan harga tiket, atau jika ada harapan untuk mengubah kembali rute penerbangan seperti di 2019.
“Ini menjadi PR kita karena jumlah sekarang tidak stabil, terkadang turun naik kerena penggunanya adalah masyarakat umum, pemerintah daerah beserta forkopimda ataupun ASN serta perusahaan. Meminta bantuan dari perusahaan ada di kabupaten Kotabaru untuk ikut bekerjasama menggunakan mode transportasi udara sehingga dengan penumpangnya banyak seperti di 2019 dan harapan kita harga tiket akan stabil bisa kita jangkau sesuai dengan kondisi sekarang,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Said Akhmad menyimpulkan menormalkan penerbangan di Bandara GSA menjadi salah satu solusi untuk menurunkan harga tiket.
“Dari pemerintah daerah dan DPRD berapa kebutuhan kita tiap hari itu nanti pendekatan kepada maskapai, untuk rute baru nanti kita berkonsultasi dengan pihak maskapai bagaimana teknisnya,” katanya.
Kalimantanlive.com/Siti Rahmah
Editor : elpian







