KALIMANTANLIVE.COM – Warga di bagian tengah Italia dibuat takjub dengan fenomena alam berupa lingkaran atau cincin cahaya merah yang muncul di langit pada 27 Maret lalu. Fenomena unik dan menakutkan ini diabadikan oleh seorang fotografer bernama Valter Binotto, kutip India Today.
Binotto mengabadikan gambar tersebut saat berada di kota kecil Possagno, di kaki pegunungan Alpen Italia. Menurut para astronom, lingkaran besar itu setidaknya berdiameter 360 kilometer (km) dan mencakup wilayah sejauh Laut Adriatik.
“Jaraknya harus antara 100 dan 600 km. Sejauh ini, saya telah membidiknya di atas langit Italia, Prancis, Kroasia, Austria, dan Hongaria. Cincin itu diciptakan oleh petir yang kuat selama badai di dekat Ancona, sekitar 285 km selatan saya. Aura aneh ini merupakan pancaran cahaya dan gangguan frekuensi sangat rendah yang dihasilkan dari sumber pulsa elektromagnetik,” ujar Binotto dalam unggahan Instagram-nya.
Anehnya, penampakan itu muncul dan langsung menghilang dalam hitungan milidetik, yang artinya sebagian besar orang tidak melihatnya secara langsung. Untungnya ada fotografer Valter Binotto yang berhasil mengabadikan fenomena tersebut.
Penampakan cincin merah itu muncul di langit Kota Possagno di utara Italia pada 27 Maret lalu. Meski terlihat sangat dekat, cincin itu sebenarnya tidak berada tepat di atas kota. Cincin itu memiliki diameter sekitar 360 km yang membuatnya membentang di atas langit Italia bagian tengah hingga Laut Adriatik.
Meski terlihat seperti penampakan aneh dari luar angkasa, cincin merah ini ternyata tidak berhubungan dengan alien atau UFO. Cincin seperti ini dikenal sebagai ‘emission of light and very low-frequency perturbations due to electromagnetic pulse sources’ atau ELVE.
ELVE merupakan jenis ‘stratospheric/mesospheric perturbations resulting from intense thunderstorm electrification’ atau SPRITE yang langka. Cincin merah ini muncul ketika electromagnetic pulse (EMP) yang dilepaskan oleh petir menghantam ionosfer Bumi di ketinggian antara 80 dan 644 km di atas tanah.
Karena hanya kilatan yang menghilang dengan cepat, ELVE biasanya hanya bisa dilihat oleh satelit yang mengorbit. Faktanya, fenomena ini pertama kali ditemukan pada tahun 1990 berkat kamera yang ada di pesawat ulang alik NASA.
Binotto meyakini ELVE ini muncul karena EMP yang dihasilkan oleh badai besar di dekat Ancona, kota yang berjarak 280 km tenggara Possagno. Biasanya petir tidak mengeluarkan EMP, tapi dalam badai besar ini muncul sambaran petir yang 10 kali lebih kuat ketimbang petir biasa.
Editor : NMD
Sumber : Kalimantanlive.com/berbagai sumber








