Peringatan Dini Selasa 11 April 2023, BMKG: 24 Wilayah Termasuk Kalsel Berpotensi Cuaca Ekstrem

KALIMANTANLIVE.COM – Berikut peringatan dini cuaca ekstrem yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk hari ini, Selasa (11/4/2023).

Dikutip dari bmkg.go.id, cuaca ekstrem berpotensi terjadi di 24 wilayah di Tanah Air.

Menurut informasi terbaru dari BMKG, di Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Kalimantan Tengah (Kalteng) berpotensi terjadi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang.

# Baca Juga :Prakiraan Cuaca Senin 10 April 2023, BMKG: Kalimantan Selatan Potensi Hujan Lebat, Petir dan Angin

# Baca Juga :Info Cuaca di Kalsel Sabtu 8 April 2023, BMKG: Waspada Potensi Hujan Lebat dan Angin di 30 Wilayah

# Baca Juga :Peringatan Dini Cuaca Jumat 7 April 2023, Info BMKG: Kalimantan Selatan Dilanda Angin Kencang

# Baca Juga :Peringatan Dini Besok Kamis 6 April 2023, Info BMKG Wilayah Potensi Alami Cuaca Ekstrem

Cuaca ekstrem hujan disertai kilat dan angin kencang terjadi di 3 wilayah.

Sedangkan 21 wilayah lainnya akan terjadi hujan lebat, kilat, dan angin kencang.

Potensi cuaca ekstrem ini terjadi karena terdapat sirkulasi siklonik di beberapa wilayah perairan.

Wilayah yang berpotensi terjadi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang:

  • Kalimantan Selatan

  • Kalimantan Tengah

  • Kalimantan Utara

  • Kalimantan Timur

  • Sumatera Utara

  • Sumatera Selatan

  • Kep. Bangka Belitung

  • Lampung

  • Banten

  • Jawa Tengah

  • Yogyakarta

  • Jawa Timur

  • Bali

  • Nusa Tenggara Barat

  • Nusa Tenggara Timur

  • Gorontalo

  • Sulawesi Tengah

  • Sulawesi Barat

  • Maluku

  • Papua Barat

  • Papua

Wilayah yang berpotensi terjadi hujan kilat/petir dan angin kencang:

  • Riau

  • Jawa Barat

  • Sulawesi Selatan

Bibit Siklon Tropis 98S

Bibit Siklon Tropis 98S berada di sebelah Tenggara Nusa Tenggara Timur, dengan kecepatan angin maksimum 35 knot dan tekanan udara minimum 998 mb.

Bibit Siklon Tropis ini bergerak ke arah Barat – Barat daya.

Terpantau pula, Bibit Siklon Tropis 90W yang berada di Samudra Pasifik sebelah Timur Filipina, dengan kecepatan angin maksimum 15 knot dan tekanan udara minimum 1010 mb, yang bergerak ke arah Barat Laut.

Sirkulasi Siklonik juga terpantau berada di Samudra Hindia barat daya Lampung yang membentuk daerah konvergensi di sekitar Samudera Hindia Barat Daya Lampung.

Daerah konvergensi lain terpantau memanjang dari Selat Malaka hingga Jambi, dari Sumatera selatan hingga Selat Sunda, dari Samudera Hindia Barat Sumatera Barat hingga Lampung, dari Samudera Hindia Selatan Jawa Tengah hingga Jawa Timur, dari Kalimantan Tengah hingga Sulawesi Barat, dari Kalimantan Utara hingga Laut Sulawesi, dari Laut Maluku hingga Papua Barat, dari Papua Barat hingga Papua, dan dari Laut Banda hingga Laut Arafuru.

Serta daerah pertemuan angin (konfluensi) memanjang di Laut Jawa hingga Laut Flores, dan dari Jawa Timur hingga NTT.

Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar bibit siklon tropis/sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah low level jet/konvergensi/konfluensi tersebut.

Editor : NMD
Sumber : Kalimantanlive.com/bmkg.go.id

Posting Terkait

Jangan Lewatkan