Seorang warga setempat, Darmawan (60) mengatakan bahwa Arbainah telah pergi bersama para anak asuhannya.
Akan tetapi terkait pembagian hasil donasi yang masuk. Pihak panti asuhan diwakili oleh Arbainah yang mengambil ke posko utama tersebut.
“Biasa yang ngambil Arbainah. Ia dan anak-anaknya itu tak ditinggal di sini lagi, sudah berpindah ke panti asuhan putra kayaknya. Awalnya sempat ngungsi di rumah seberang panti itu, tapi tak sempat lama,” ucap dia saat ditemui, Jumat (14/4/23) siang.
BACA JUGA : Kebakaran di Banjarmasin, Empat Bangunan dan Panti Asuhan Tinggal Puing, Diduga Korsleting Listrik
Diketahui sejak tahun 2011 panti berdiri, pandangan warga merasa heran melihat aktivitas panti itu. Mereka menganggap tempat tersebut operasionalnya seperti bukanlah panti.
“Kami heran juga, bahkan sempat ada yang negur dulu dari warga justru pengurusnya itu marah balik, justru warga dimusuhi. Harusnya kami yang marah,” tegasnya.
Di sisi lain kata Darmawan, Arbainah sang pengurus panti itu juga memiliki 2 anak putra yang ikut tinggal di dalam panti putri tersebut. Ia mewakili warga menilai bahwa hal itu tidaklah pantas.
“Anaknya kembar 2 orang laki-laki, dan sejumlah anak perempuan penghuni panti itu, padahal rata-rata anak panti besar-besar, dan sudah punya orang tuanya,” jelasnya.
Ia tidak mengetahui pasti berapa jumlah anak dalam panti asuhan tersebut, persisnya kata dia hanyalah ada sejumlah orang saja.
“Paling 4 orang. Jadi ketika ada pihak seperti perusahaan yang mengundang itu anaknya kurang, jadi di menambahkan anak-anak panti diluar itu, biasanya yang ada di Jalan Ternate sini juga dibawanya,” katanya.
Ditanya soal perizinan, pria kerap disapa Mawan itu didampingi sejumlah warga lainnya menjelaskan bahwa sang pengurus panti Arbainah pernah menyebut bahwa yayasan putri ini tak memiliki izin.
“Kata beliau tak ada izin, ia sendiri menyampaikan. Perizinannya hanya untuk yayasan Al-Amin Putra kata Arbainah saat itu,” jelasnya.
Sebelumnya Arbainah bersama para anak asuhannya itu sempat mengungsi di sekitar lokasi. Kemudian dipicu keributan hal itulah yang membuatnya pergi.
“Padahal dia sudah tinggal di posko, tapi soal izin itu yang membuatnya pergi. Jelasnya ia tak ada perizinan dan tak bisa diperlihatkannya kepada warga, lalu muncul keributan dan membuat warga sempat ngamuk,” tegasnya.







