Waspada Bagi Pemudik Lebaran 2023! Cuaca Ekstrem Berpontensi Terjadi Akhir April-Awal Mei 2023

Imbauan BMKG

Dwikorita mengatakan bahwa hujan lebat dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi basah. Bencana hidrometeorologi basah itu seperti banjir bandang dan tanah longsor.

“Maka dari itu kami mengimbau kepada seluruh pemudik, penyedia jasa transportasi, dan operator transportasi untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya cuaca ekstrem selama arus mudik,” katanya.

Dia juga menyampaikan bahwa saat ini wilayah Indonesia sedang memasuki masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. Pada masa ini, dia menjelaskan, kondisi cuaca bisa dengan tiba-tiba berubah dari panas ke hujan atau sebaliknya karena arah angin bertiup sangat bervariasi.

Namun, Dwikorita melanjutkan, secara umum cuaca pada pagi hari biasanya cerah. Kemudian berawan pada siang hari, dan hujan menjelang sore atau malam hari.

Dwikorita mengatakan bahwa awan kumulonimbus biasanya tumbuh pada pagi menjelang siang, bentuknya seperti bunga kol, warnanya ke abu-abuan dengan tepian yang jelas. Menjelang sore hari, awan itu warnanya akan menjadi gelap dan kemudian dapat menyebabkan hujan.

Sebagai informasi, seperti dikutip dari BMKG, bencana hidrometeorologi adalah suatu fenomena bencana alam atau proses merusak yang terjadi di atmosfer (meteorologi), air (hidrologi), atau lautan (oseanografi). Secara umum, bencana ini berupa banjir, longsor, curah hujan ekstrem, angin kencang, puting beliung, kekeringan, kebakaran hutan dan kualitas udara buruk.

Editor : NMD
Sumber : Kalimantanlive.com/bmkg.go.id

Posting Terkait

Jangan Lewatkan