BANJARBARU, KALIMANTANLIVE.COM – Tahun 2023, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan atau Pemprov Kalsel mengalokasikan anggaran Rp490 miliar untuk penanganan jalan provinsi di sejumlah wilayah di Banua.
Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalsel, Ahmad Solhan, anggaran sebesar itu diambil dari APBD.
“Untuk perbaikan kerusakan jalan pasca bencana dan peningkatan kualitas jalan,” kata Kepala Dinas PUPR Kalsel, Minggu (16/4/2023).
# Baca Juga :CEK Kondisi Cuaca di 23 Wilayah Tanah Air Senin 17 April 2023, BMKG: Kalsel Hujan Petir & Angin Kencang
# Baca Juga :Hadapi Popda Kalsel 2023, Atlet Panjat Tebing Tabalong Terus Berlatih Selama Ramadhan
# Baca Juga :Peduli Sesama, UPZ Bank Kalsel Berbagi Kebaikan Bersama Disabilitas Jelang Hari Raya Idul Fitri
# Baca Juga :Dorong Optimalkan Target PAD Kalsel, Paman Yani Komitmen Sebarluaskan Perda Pajak Daerah
Selain menggunakan APBD, dinasnya juga memakai dana alokasi khusus (DAK) bidang infrastruktur dari APBN sebesar Rp39 miliar.
“Sesuai arahan Gubernur Kalsel agar memprioritaskan infrastruktur jalan dan jembatan,” ujarnya.
Ahmad Solhan mengatakan, luapan air sungai yang dipicu tingginya intensitas hujan, telah merendam dan merusak jalan provinsi di sejumlah titik.
“Berimbas pada kerusakan struktur jalan. Baik kerusakan ringan, sedang, hingga berat,” bebernya.
Kepala Seksi Jalan pada Bidang Bina Marga PUPR, Wahid Ramadani menambahkan, faktor lain adalah tingginya beban lalu lintas angkutan yang melebihi kapasitas jalan.
Sejauh ini, untuk skala kerusakan ringan maupun sedang, PUPR sudah menanganinya secara rutin.
“Kerusakan ringan ini contohnya pengelupasan aspal. Jadi cukup ditangani dengan pekerjaan tambal sulam,” jelas Wahid Ramadani.
Sedangkan kerusakan berat terjadi di Jalan Martapura Lama dan Paramasan di Kabupaten Banjar. Ditambah kerusakan di Jalan Halong-Paringin dan Jalan Lampihong-Mantimin di Kabupaten Balangan.
Khusus untuk Jalan Martapura Lama, Wahid menuturkan, di sana ada jalan longsor yang akan ditangani dengan pembangunan pile slab. “Pondasinya nanti sepanjang 60 meter,” terang Wahid Ramadani.
Wahid Ramadani berharap, masyarakat dapat bersabar menunggu perbaikan. “Kami berkomitmen seluruh kerusakan akan diperbaiki tahun ini,” pungkasnya.
Editor : NMD
Sumber : Kalimantanlive.com/berbagai sumber







