Pemprov Kalsel dapat Tawaran dari Investor Dubai Bangun Kereta Api Gantung Senilai Rp15 Triliun

BANJARMASIN, KALIMANTANLIVE.COM – Ada tawaran yang menjanjikan dari investor Dubai ke Pemprov Kalsel terkait pembangunan jalur kereta di daerah ini.

Pemprov Kalsel mendapat tawaran oleh investor asal Dubai untuk membangun kereta api gantung.

“Jadi tawaran pembangunan kereta gantung itu seluruhnya akan dibangun oleh investor swasta dari Dubai. Bahkan, Pemprov Kalsel sudah melakukan beberapa ekspose bersama,” kata Kepala Bappeda Kalsel, Ariadi Noor, Selasa (18/4/2023).

# Baca Juga :THR ASN Lingkup Pemprov Kalsel Cair, Total Dana Rp45 Miliar Plus Tukin Rp25 Miliar

# Baca Juga :Pemprov Kalsel Sepakat Kabupaten/Kota Beri 3 Destinasi Wisata Unggulan Berbasis Ekonomi Kreatif

# Baca Juga :Hadir di Nasional Halal Fair 2023, Pemprov Kalsel Persiapkan Kedatangan Wakil Presiden RI

# Baca Juga :Idul Fitri 1444 H, Pemprov Kalsel Gelar Angkutan Mudik Lebaran Gratis 2023

Menurutnya investor asal Dubai, sekarang sedang melakukan studi kelayakan untuk menghitung nilai ekonominya.

“Mereka juga masih menghitung nilai bisnisnya,” ucapnya.

Adapun rute kereta gantung sendiri, rencananya dari Banjarmasin menuju Bandara Syamsudin Noor, kemudian ke Banjarbaru hingga Martapura dengan panjang sekitar 40 kilometer.

Untuk estimasinya, pembangunan kereta gantung kemungkinan memakan biaya 25 US Dolar per kilometer atau Rp15 triliun untuk keseluruhan.

“Nilainya hampir sama dengan kereta konvensional di darat yang banyak memakan biaya pembebasan lahan,” ungkapnya.

Oleh karena itu, pembangunan kereta gantung ini bukan Pemprov Kalsel yang mengajukan permohonan, melainkan tawaran dari pihak investor swasta.

“Mungkin mereka melihat pemandangan di Kalsel ini indah, terdapat banyak sungai dan perbukitan,” tuturnya.

Oleh sebab itu, awalnya kereta gantung memang digunakan pada tempat-tempat wisata, seperti Taman Mini Indonesia Indah, Taman Impian Jaya Ancol, Pulau Kumala, dan lain sebagainya.

Di negara-negara maju skylift atau sky cable mudah ditemui di daerah bersalju, daerah pegunungan, atau taman hiburan, bahkan kini juga digunakan untuk transportasi umum di daerah perkotaan.

Kereta gantung memiliki desain teknologi yang sederhana, namun aman jika dibanding dengan monorel. Selain itu, pembicaraan sampai tahap visibility study dari sisi ekonominya, nanti setelah mereka hitung baru disodorkan ke Pemprov Kalsel.

“Dengan adanya kereta api gantung ini, nantinya menjadikan pelayanan bagi masyarakat dan ekonomi Kalsel akan berkembang,” pungkasnya.(diskominfomc.kalselprov.go.id)

editor : NMD