Ribuan Warga Muhammadiyah Salat Idul Fitri di Halaman Gedung DPRD Tabalong, Digelar di Tiga Lokasi

Iskandar menyampaikan terkait perbedaan waktu pelaksanaan shalat ied antara Muhamadiyah dengan pemerintah sudah menjadi hal biasa karena hanya berbeda metode dalam penetapannya.

“Perbedaan ini saya tegaskan hanya hal furuiyah saja sehingga kami memahami dan meyakini bahwa yang dilakukan hanya metodenya saja berbeda, ibadah sama saja, shalat sama, takbir nya sama,” ucapnya.

BACA JUGA: Resmi Ditutup, Bazar Kampoeng UMKM Ramadhan Fair 2023 Geliat Ekonomi di Tabalong Makin Meningkat

Diharapkannya, agar perbedaan tersebut tidak sampai membuat masyarakat terpecah-belah namun justru menjadi rahmat kebersamaan sesama muslim.

“Tidak indah kebersamaan itu tidak berbeda seperti dalam satu keluarga itu ada yang suka makan pecel, ada pedas, tidak pedas dan seterusnya, tetapi itu membuat suasana justru semakin indah,” ucapnya.

Kalimantanlive.com/A Hidayat
Editor : elpian