Peringatan Dini Senin 24 April 2023, BMKG: Potensi Cuaca Ekstrem di 31 Wilayah, Termasuk Kalimantan Selatan

KALIMANTANLIVE.COM – Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) diprediksi berpotensi terjadi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang

Menurut informasi peringatan dini cuaca ekstrem dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hari ini Senin (24/4/2023).

Mengutip dari bmkg.go.id, cuaca ekstrem akan terjadi di beberapa wilayah di Indonesia, termasuk Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur.

Berdasarkan informasi dari BMKG, cuaca ekstrem berpotensi terjadi di 31 wilayah.

# Baca Juga :Lebaran 2023 Kalimantan Selatan Berpotensi Hujan Petir, BMKG: Sejumlah Wilayah Bercuaca Ekstrem

# Baca Juga :INFO Cuaca BMKG Hari Ini Kamis 20 April 2023: Kalimantan Selatan Waspada Cuaca Ekstrem Hujan Lebat!

# Baca Juga :Peringatan Dini Cuaca Rabu 19 April 2023, BMKG: Kalimantan Selatan Turun Hujan Lebat, Petir dan Angin

# Baca Juga :Peringatan Dini BMKG Selasa 18 April 2023: Kalimantan Selatan Berpotensi Turun Hujan Petir dan Angin

Terdapat 5 wilayah akan mengalami potensi hujan disertai kilat, dan angin kencang.

Sementara, pada 26 wilayah lainnya juga akan terjadi hujan lebat disertai kilat dan angin kencang.

Sirkulasi siklonik mempengaruhi potensi awan hujan di beberapa wilayah.

Wilayah yang berpotensi terjadi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang pada Senin (24/4/2023):

  • Kalimantan Selatan

  • Kalimantan Barat

  • Kalimantan Tengah

  • Kalimantan Timur

  • Aceh

  • Sumatera Utara

  • Sumatera Barat

  • Riau

  • Bengkulu

  • Jambi

  • Sumatera Selatan

  • Kep. Bangka Belitung

  • Lampung

  • Banten

  • Jawa Barat

  • Jawa Tengah

  • Yogyakarta

  • Jawa Timur

  • Gorontalo

  • Sulawesi Tengah

  • Sulawesi Barat

  • Sulawesi Tenggara

  • Maluku Utara

  • Maluku

  • Papua Barat

  • Papua

Wilayah yang berpotensi terjadi hujan kilat/petir dan angin kencang:

  • DKI Jakarta

  • Nusa Tenggara Barat

  • Nusa Tenggara Timur

  • Sulawesi Utara

  • Sulawesi Selatan

Sirkulasi Siklonik terpantau berada di Samudra Pasifik Utara Papua.

Kondisi ini membentuk daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) memanjang di Samudra Pasifik Utara Papua.

Daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) lain juga terpantau memanjang dari Lampung hingga Sumatra Selatan, di Bangka Belitung, dari Jambi hingga Sumatra Barat, dari Sumatra Utara hingga Aceh, dari Kalimantan Tengah hingga Kalimantan Barat, dari Jawa Tengah hingga Banten, di Sulawesi bag tengah dan di Papua.

Selain itu terdapat daerah pertemuan angin (konfluensi) di Samudra Hindia sebelah Barat Sumatera, di NTT, Maluku bagian selatan, Laut Arafuru dan di Papua bag selatan.

Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar Sirkulasi Siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi/konfluensi tersebut.

Editor : NMD
Sumber : Kalimantanlive.com/bmkg.go.id

Posting Terkait

Jangan Lewatkan