KALIMANTANLIVE.COM – Hari ini, Selasa (2/5/2023) Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Kalimantan Selatan (Kalsel) berpontensi cuaca ekstrem.
Peringatan Dini BMKG sebanyak 27 wilayah diperkirakan mengalami hujan lebat, disertai petir dan angin termasuk wilayah Kalsel. KLIK LINK CUACA KALSEL
Sedangkan, tiga wilayah lainnya seperti Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur bakal diguyur hujan disertai petir dan angin.
Sementara Nusa Tenggara Timur (NTT) berpotensi mengalami Angin Kencang.
Berikut wilayah yang diprediksi bercuaca ekstrem, Selasa (2/5/2023), seperti dikutip dari bmkg.go.id:
Wilayah berpotensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan Angin Kencang:
- Kalimantan Selatan
-
Kalimantan Barat
-
Kalimantan Tengah
-
Kalimantan Utara
-
Kalimantan Timur
-
Aceh
-
Sumatera Utara
-
Sumatera Barat
-
Riau
-
Jambi
-
Sumatera Selatan
-
Kep. Bangka Belitung
-
Lampung
-
Banten
-
Jawa Barat
-
Jawa Tengah
-
Yogyakarta
-
Jawa Timur
-
Bali
-
Sulawesi Utara
-
Gorontalo
-
Sulawesi Tengah
-
Sulawesi Barat
-
Maluku Utara
-
Maluku
-
Papua Barat
-
Papua
Wilayah berpotensi hujan yang dapat disertai kilat/petir dan Angin Kencang:
- DKI Jakarta
-
Nusa Tenggara Barat
-
Sulawesi Tenggara
Wilayah berpotensi Angin Kencang:
- Nusa Tenggara Timur
Bibit Siklon Tropis 93W
Dikutip dari situs BMKG, Bibit Siklon Tropis 93W terpantau di Samudera Pasifik Utara Papua yang membentuk daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) memanjang dari Samudera Pasifik Utara Papua hingga Filipina.
Sirkulasi Siklonik juga terpantau di Laut Natuna dan Samudera Hindia Barat Daya Banten yang membentuk daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) memanjang dari Kalimantan Tengah hingga Laut Natuna, dari Kalimantan Selatan hingga Kalimantan Utara, dari Jawa Tengah hingga Samudera Hindia Selatan Jawa, dan dari Jawa Timur hingga Samudera Hindia Selatan Jawa.
Kemudian, daerah konvergensi lainnya terpantau memanjang di Malaysia hingga Pesisir Utara Aceh, di Pesisir Barat Sumatera Utara, dari Jambi hingga Laut Jawa Utara Jawa Barat, dari Teluk Bone hingga Sulawesi Barat, dari Sulawesi Tengah hingga Pesisir Utara Sulawesi Utara, dari Papua hingga Pesisir Utara Biak.
Kondisi tersebut, mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi/konfluensi itu.
Editor : NMD
Sumber : Kalimantanlive.com/bmkg.go.id






