KALIMANTANLIVE.COM – Peringatan dini cuaca ekstrem dirilis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada Kamis (4/5/2023).
Dikutip dari laman resmi BMKG, diperkirakan ada 28 wilayah, termasuk Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur berpotensi hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang.
Sementara itu, terdapat pula tiga wilayah yang berpotensi hujan disertai kilat atau petir dan angin kencang yakni DKI Jakarta, Bali, dan Nusa Tenggara Barat.
# Baca Juga :Peringatan Dini BMKG Rabu 3 Mei 2023: Waspada Cuaca Ekstrem di 24 Wilayah, Kalsel Cerah Berawan
# Baca Juga :INFO Cuaca Kalsel Hari Ini Selasa 2 Mei 2023, BMKG: Berpotensi Hujan Lebat, Kilat dan Angin Kencang
# Baca Juga :Peringatan Dini Cuaca BMKG Senin 1 Mei 2023: Kalimantan Selatan Berpotensi Hujan Lebat Disertai Angin
# Baca Juga :Peringatan Dini BMKG Sabtu 29 April 2023: Kalsel Bercuaca Ekstrem & di Kalteng Terlihat Sirkulasi Siklonik
Adapun wilayah yang cuma berpotensi angin kencang adalah Nusa Tenggara Timur.
Selengkapnya, berikut ini peringatan dini cuaca yang dirilis BMKG untuk Kamis (4/5/2023).
Wilayah yang berpotensi hujan lebat dapat disertai kilat/petir dan angin kencang:
- Kalimantan Selatan
-
Kalimantan Tengah
-
Kalimantan Utara
-
Kalimantan Timur
-
Aceh
-
Sumatera Utara
-
Sumatera Barat
-
Riau
-
Bengkulu
-
Jambi
-
Sumatera Selatan
-
Kep. Bangka Belitung
-
Lampung
-
Banten
-
Jawa Barat
-
Jawa Tengah
-
Yogyakarta
-
Jawa Timur
-
Kalimantan Barat
-
Sulawesi Utara
-
Gorontalo
-
Sulawesi Tengah
-
Sulawesi Selatan
-
Sulawesi Tenggara
-
Maluku Utara
-
Maluku
-
Papua Barat
-
Papua
Wilayah yang berpotensi hujan dapat disertai kilat/petir dan angin kencang:
- DKI Jakarta
-
Bali
-
Nusa Tenggara Barat
Wilayah yang berpotensi angin kencang:
- Nusa Tenggara Timur
Pemicu Awan Hujan
Masih dikutip dari laman BMKG, Bibit Siklon Tropis 93W terpantau di Filipina bag tengah dengan kecepatan angin maksimal 20 knot dan tekanan udara minimum 1010.6 mb.
Bibit siklon tersebut bergerak perlahan ke arah Barat Laut dengan potensi menjadi siklon dalam 24 jam
ke depan berada dalam kategori Rendah.
Akibtanya, sistem tersebut membentuk daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) memanjang di Kalimantan Utara dan dari Papua hingga Papua Barat yang mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan dan ketinggian gelombang laut di sekitar sistem bibit siklon tersebut.
Daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) terpantau memanjang dari Selat Malaka hingga Aceh, dari bengkulu hingga Sumatera Barat, di Selat Karimata, dari Jawa Tengah hingga Jawa Barat, di Kalimantan Selatan, di Sulawesi bag tengah.
Kemudian di Laut Banda serta daerah pertemuan angin (konfluensi) di perairan utara Aceh dan di Laut Sulawesi.
Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah konvergensi/konfluensi tersebut.
Editor : NMD
Sumber : Kalimantanlive.com/bmkg.go.id






