Peringatan Dini BMKG Rabu 10 Mei 2023: Waspada Cuaca Ekstrem di Kalsel, Kalteng, Kaltim dan Kalbar!

KALIMANTANLIVE.COM – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini cuaca ekstrem di sejumlah wilayah di tanah air, termasuk di Kalimantan Selatan, Rabu (10/5/2023).

Dilansir dari laman resmi bmkg.go.id, Kalimantan Selatan (Kalsel) berpotensi hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang.

Selain Kalsel, Kalimantan Tengah (Kalteng), Kalimantan Utara (Kaltara), Kalimantan Timur (Kaltim) juga berpotensi hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang.

# Baca Juga :Peringatan Dini BMKG Besok Selasa 9 Mei 2023: Waspada Cuaca Ekstrem Hujan Lebat di 27 Wilayah

# Baca Juga :Peringatan Dini BMKG Sabtu 6 Mei 2023: Kalimantan Selatan Berpotensi Cuaca Ekstrem Hujan dan Petir

# Baca Juga :Peringatan Dini BMKG Kamis, 4 Mei 2023: 28 Provinsi Termasuk Kalsel Hujan Lebat, Petir dan Angin Kencang

# Baca Juga :Peringatan Dini BMKG Rabu 3 Mei 2023: Waspada Cuaca Ekstrem di 24 Wilayah, Kalsel Cerah Berawan

BMKG mengatakan, bibit siklon tropis 91S terpantau berada di Samudera Hindia sebelah barat Bengkulu dengan kecepatan angin maksimum 15 knot, tekanan udara minimum 1008.5 mb.

Bibit siklon ini, kata BMKG, bergerak perlahan ke arah Timur – Tenggara dengan potensi menjadi siklon dalam 24 jam ke depan berada dalam kategori Rendah.

Sistem ini membentuk daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) memanjang dari Samudera Hindia sebelah Barat Sumatera Barat hingga Pesisir Barat Sumatera Barat dan dari Pesisir Barat Bengkulu hingga Samudera Hindia Sebelah Barat Daya Bengkulu.

Sistem mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan dan ketinggian gelombang laut di sekitar sistem bibit siklon tersebut.

Bibit siklon tropis 91B terpantau berada di Samudera Hindia sebelah barat laut Aceh dengan kecepatan angin maksimum 15 knot, tekanan udara minimum 1005 mb.

Bibit siklon ini bergerak perlahan ke arah Barat- Barat Laut dengan potensi menjadi siklon dalam 24 jam ke depan berada dalam kategori Rendah.

Sistem ini membentuk daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) memanjang dari Samudera Hindia Barat Aceh hingga Laut Andaman.

Sistem mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan dan ketinggian gelombang laut di sekitar sistem bibit siklon tersebut.

Sirkulasi siklonik terpantau berada di Selat Makassar, di Laut Maluku, dan di Samudera Pasifik Timur Filipina yang membentuk daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) memanjang dari Laut Flores hingga Selat Makassar, dari Laut Sulawesi hingga Sulawesi Utara, di Samudera Pasifik Timur Filipina.

Daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) lain terpantau memanjang dari Pesisir Barat Sumatera Utara hingga Aceh, dari Jawa Timur hingga pesisir Utara Kawa Tengah, dari Kalimantan Timur hingga Sulawesi Barat, dari Laut Arafuru hingga Timur Leste, dari Papua Bagian Tengah hingga Papua Barat.

Serta daerah pertemuan angin (konfluensi) di Samudera Hindia Barat Sumatera Utara hingga Aceh, di Laut Natuna, di Samudera HIndia Selatan NTT hingga Barat Daya Lampung, di Laut Arafuru, dan di Laut Banda.

Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi/konfluensi tersebut.

Wilayah yang berpotensi hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang:

Kalimantan Selatan

Kalimantan Tengah

Kalimantan Utara

Kalimantan Timur

Aceh

Riau

Kep. Riau

Sumatera Selatan

Lampung

Banten

Jawa Barat

Yogyakarta

Sulawesi Utara

Gorontalo

Sulawesi Tengah

Sulawesi Barat

Sulawesi Selatan

Sulawesi Tenggara

Maluku

Papua Barat

Papua

Wilayah yang berpotensi hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang:

Sumatera Barat

Jambi

DKI Jakarta

Jawa Tengah

Jawa Timur

Bali

Nusa Tenggara Barat

Kalimantan Barat

Maluku Utara

Wilayah yang berpotensi angin kencang:

Nusa Tenggara Timur.

Editor : NMD
Sumber : Kalimantanlive.com/bmkg.go.id

Posting Terkait

Jangan Lewatkan