KALIMANTANLIVE.COM – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Kalimantan Selatan untuk hari ini, Kamis (11/5/2023).
Menurut laporan yang diterbitkan oleh BMKG, kondisi cuaca di wilayah di Kalimantan Selatan diperkirakan akan berubah-ubah selama hari ini, Kamis (11/5/2023).
Namun, seperti dikutip di bmkg.go.id, cuaca Kalimantan Selatan hari ini berpotensi hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang.
# Baca Juga :Peringatan Dini BMKG Rabu 10 Mei 2023: Waspada Cuaca Ekstrem di Kalsel, Kalteng, Kaltim dan Kalbar!
# Baca Juga :Peringatan Dini BMKG Besok Selasa 9 Mei 2023: Waspada Cuaca Ekstrem Hujan Lebat di 27 Wilayah
# Baca Juga :Peringatan Dini BMKG Sabtu 6 Mei 2023: Kalimantan Selatan Berpotensi Cuaca Ekstrem Hujan dan Petir
# Baca Juga :Peringatan Dini BMKG Kamis, 4 Mei 2023: 28 Provinsi Termasuk Kalsel Hujan Lebat, Petir dan Angin Kencang
Hal yang sama juga terjadi di Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur bakal dilanda hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang.
Sementara itu, menurut BMKG, bibit siklon tropis 91S terpantau berada di Samudera Hindia sebelah barat Bengkulu dengan kecepatan angin maksimum 15 knot, tekanan udara minimum 1007.7 mb.
Bibit siklon ini bergerak perlahan ke arah Timur – Tenggara dengan potensi menjadi siklon dalam 24 jam ke depan berada dalam kategori Rendah.
Sistem ini membentuk daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) memanjang dari Samudera Hindia sebelah Barat Sumatera Barat, Jambi hingga Bengkulu.
Bibit siklon tropis 91B terpantau berada di Samudera Hindia sebelah barat laut Aceh dengan kecepatan angin maksimum 20-25 knot, tekanan udara minimum 1003.7 mb.
Bibit siklon ini bergerak perlahan ke arah Barat Laut dengan potensi menjadi siklon dalam 24 jam ke depan berada dalam kategori Sedang.
Sistem ini membentuk daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) memanjang dari Samudera Hindia Barat Aceh hingga Laut Andaman.
Sistem mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan dan ketinggian gelombang laut di sekitar sistem bibit siklon tersebut.
Sirkulasi siklonik terpantau berada di Selat Makassar, dan di Samudera Pasifik Timur Filipina yang membentuk daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) memanjang dari Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Selat Makassar hingga Kalimantan Selatan, dari Gorontalo, Sulawesi Utara, Maluku Utara hingga Samudera Pasifik Timur Filipina.
Daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) lain terpantau memanjang dari Pesisir Barat Sumatera Utara hingga Aceh, dari Jawa Timur hingga Jawa Tengah, dari Kep. Riau hingga Laut Cina Selatan, di Papua.
Serta daerah pertemuan angin (konfluensi) di Samudera HIndia Barat Sumatera Utara hingga Aceh, Laut Cina Selatan, Samudra Pasifik Timur Filipina.
Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi/konfluensi tersebut.
Wilayah yang berpotensi hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang:
Kalimantan Selatan
Kalimantan Tengah
Kalimantan Utara
Kalimantan Timur
Sumatera Barat
Bengkulu
Jambi
Sumatera Selatan
Banten
Jawa Barat
Jawa Tengah
Yogyakarta
Jawa Timur
Sulawesi Tengah
Sulawesi Tenggara
Maluku Utara
Maluku
Papua Barat
Papua
Wilayah yang berpotensi hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang:
Aceh
Riau
Kep. Bangka Belitung
Lampung
DKI Jakarta
Bali
Nusa Tenggara Barat
Sulawesi Utara
Gorontalo
Wilayah yang berpotensi angin kencang:
Nusa Tenggara Timur
Sulawesi Barat.
Editor : NMD
Sumber : Kalimantanlive.com/bmkg.go.id






