Di lantai dua, seorang petugas yang memandu rombongan menjelaskan kepada wartawan prosesi percetakan uang dari mulai awal pemilihan bahan keras, tinta, pemeriksaan, percetakan, pemberian nomor seri, hingga uang dikirim ke Kantor BI di seluruh Indonesia.
Usai penjelasan lengkap mengenai prosesi pencetakan uang, rombongan diajak berkeliling menyaksikan satu demi satu ruangan di lantai dasar, tempat uang kertas dicetak dari balik kaca di lantai dua. Mesin cetak uang tersebut hampir mirip seperti mesin cetak koran.
BACA JUGA:
BI Kalsel Siapkan Rp 2,79 Triliun Hadapi Ramadan dan Idulfitri, Lokasi Penukaran Ada 207 Titik
Terlihat sejumlah pekerja sedang asyik mengawasi jalannya lembaran kertas seukuran koran memasuki mesin cetak yang tersusun berbaris memenuhi ruangan yang berukurang seluas setengah lapangan bola tersebut.
Bergeser ke ruang berikutnya, lembaran uang yang baru dicetak kemudian diperiksa oleh sejumlah pekerja untuk mengecek kualitas cetakan.
Proses selanjutnya, terlihat puluhan pekerja laki-laki dan perempuan memeriksa dengan teliti sembari dengan cetakan membolak-balik tumpukan lembaran kertas uang yang baru keluar dari mesin cetak tersebut. Terlihat jelas tumpukan uang dengan nominal Rp 20.000 masih dalam lembaran.
Sebagian jurnalis ada yang mencoba menebak-nebak nilai uang dalam puluhan tumpukan setinggi pinggang orang dewasa tersebut.
Di ruangan berikutnya, lembaran kertas Rp 20 ribu yang tersebut, disusun oleh pekerja dalam jumlah tertentu, kemudian lembaran uang kertas tersebut masuk proses pemotongan.
Kertas uang yang semula berbentuk lembaran tersebut bergerak secara otomotis, kemudian dipotong secara rapi menggunakan mesin potong, hingga menjadi lembaran pecahan uang kertas.
Proses selanjutnya uang kertas tersebut diberi nomor seri, kemudian disusun dalam jumlah tertentu dan siap dikirim ke seluruh tanah air.







