Menyaksikan langsung proses pencetakan uang hingga menyaksikan tumpukan uang kertas tersebut sempat membuat rombongan jurnalis Kalsel terkesima.
Maklum kesempatan melihat proses pembuatan uang sebelum diedarkan ke masyarakat merupakan kali pertama bagi sebagian jurnalis dan menjadi pengalaman luar biasa.
BACA JUGA:
Ini Jadwal Layanan Tukar Uang Rupiah BI Kalsel Selama Ramadan, Terapkan Tiga Jenis Inovasi Layanan
Mengingat panjang dan rumitnya prosesi pembuatan uang RI, Kepala SBU Uang RI, Fadel, berharap masyarakat bisa mengetahui dan memahami agar lebih mencintai uang rupiah untuk selalu menjaganya agar tidak rusak.
“Ini sudah menjadi tugas dan kewajiban kami untuk mensosialisasikan ke masyarakat agar uang kertas bisa dijaga dengan baik,”ucap Fadel kepada awak media.
Sementara dalam sambutannya, Asisten Direktur Kelompok Data Sistem Informasi Edukasi Kerja Sama dan Penanggulangan Uang Palsu Bank Indonesia, Hilda Erika ingin dari hasil kunjungan ke Perum Peruri, Jurnalis Kalsel dapat membagikan pengalamannya kepada masyarakat luas melalui pemberitaan.
“Agar semakin banyak orang yang tahu keberadaan uang itu sangat penting untuk dijaga dan mencintai rupiah,” tuturnya.
Di samping itu, pihaknya juga berusaha meningkatkan aspek keamanan dalam mencetak uang rupiah agar meminimalisir terjadinya upaya pemalsuan uang rupiah.
Salah satu upaya itu lanjutnya, pembaharuan desain uang baru yang lebih rumit lagi agar uang kertas tidak mudah ditiru dan dipalsukan oleh oknum tak bertanggung jawab.







