BANJARMASIN, KALIMANTANLIVE.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) terus berupaya mengendalikan inflasi dengan bersinergi dengan tim TPID dan pemerintah kabupaten/kota.
Salah satu solusi jangka pendek dalam upaya pengendalian inflasi adalah dengan menggelar pasar murah dan operasi pasar.
“Evaluasi pasar murah ataupun operasi pasar yang dilaksanakan oleh Pemprov Kalsel dan tim TPID Kalsel dinilai sangat efektif untuk pengendalian inflasi di daerah,” kata Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Provinsi Kalsel, Birhasani, Banjarmasin, Senin (22/5/2023).
# Baca Juga :Deteksi Karhutla Sedini Mungkin, Pemprov Kalsel Lakukan Koordinasi Lintas Sektoral
# Baca Juga :Sekretaris Daerah Balangan Lepas 60 Atlet POPDA Kalsel, Diharapkan Bawa Pulang Medali
# Baca Juga :Sekda Tabalong Lepas 75 Atlet Pelajar Ikuti Popda Kalsel 2023, Hamida Munawarah: Jaga Sportivitas
# Baca Juga :Tabalong Turunkan Puluhan Atlet Pelajar di Ajang Popda Kalsel 2023, Ikuti 7 dari 11 Cabor
Birhasani menjelaskan, jika diperhatikan, angka inflasi Kalsel dari Januari sampai April cenderung menurun.
Oleh sebab itu, kebijakan pasar murah dalam upaya pengendalian inflasi pada Mei akan tetap dilanjutkan sesuai dengan arahan dan instruksi Gubernur Kalsel Sahbirin Noor melalui surat keputusan.
“Kita akan lebih khusus fokus pada tiga daerah pencatatan inflasi yaitu Banjarmasin, Tabalong, dan Kotabaru,” ujar Birhasani.
Selain pasar murah, upaya jangka pendek pengendalian inflasi lainnya disektor perdagangan yaitu melakukan survei harga pasar.
“Disdag Kalsel rutin setiap hari kerja melaksanakan survei harga agar bisa terpantau jika ada barang atau bahan pokok yang mengalami kenaikan atau penurunan,” ucap Birhasani.
Dia menyampaikan, monitoring pendataan ketersediaan dilakukan setiap senin dan kamis serta menghimpun data ketersediaan di kabupaten/kota. Sehingga dapat mengantisipasi barang mana saja yang kekurangan dan kelebihan.(diskominfomc.kalselprov.go.id)
editor : NMD







