BANJARBARU, KALIMANTANLIVE.COM – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan ( Pemprov Kalsel ) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi setiap potensi bencana.
Salah satu upaya strategis itu adalah menyiapkan sistem komunikasi radio repeater saat penanganan bencana, termasuk pada bencana kabut asap yang disebabkan oleh Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
# Baca Juga :Salah Satu Cara Ampuh Cegah Stunting, Ya Makan Ikan! Pemprov Kalsel Pun Gelar Lomba Ini
# Baca Juga :Zero ODOL Pemprov Kalsel, Kendaraan Tak Lolos Otomatis Tidak Dapat Uji Kelayakan
# Baca Juga :Pemprov Kalsel Harapkan Pemerintah di Daerah Makin Serius Tangani Stunting, Roy: Target 14 Persen
# Baca Juga :Deteksi Karhutla Sedini Mungkin, Pemprov Kalsel Lakukan Koordinasi Lintas Sektoral
Analis Penanggulangan Krisis, Ricky Ferdyanto selaku Manager Pusat Pengendali Operasi BPBD Kalsel menjelaskan untuk saat ini Repeater BPBD Kalsel di Tahura Sultan Adam sedang dalam proses perbaikan.
“Perbaikan itu secepatnya akan segera diselesaikan supaya petugas di lapangan lebih mudah dalam berkomunikasi, begitupun Pusdalops BPBD Kalsel bisa berkoordinasi dengan mudah ke BPBD Kabupaten/Kota se-Kalsel,” ujar Ricky, Kamis (24/5/2023).
Perbaikan tersebut lebih ditingkatkan sebagai upaya penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan maupun kebencanaan lainnya di Kalsel. Upaya BPBD Kalsel saat ini dalam komunikasi untuk informasi terkait Bencana Alam dapat dikabarkan melalui WhatsApp BPBD Kalsel 0857-7603-2729 dan Instagram @bpbd_kalsel , @pusdalops_bpbd.kalsel.
“Sedangkan layanan informasi kebencanaan ini dipersiapkan personel yang siap selama 24 jam,” tukasnya.(diskominfomc.kalselprov.go.id)
editor : NMD










