Rahmawati istrinya sempat menolak dengan tindakan medis (amputasi). Namun akhirnya menerima, karena melihat kondisi kaki kanan suaminya semakin hari semakin mengkhawatirkan.
Bermuala saat Muniri berjualan pentol keliling dan mengalami kecelakaan tunggal dan luka di bagian kaki kanan sekitar lutut.
Diberikan perawatan mandiri oleh keluarga karena dirasa hanya luka lecet biasa. Sebaliknya setelah beberapa hari kondisi kaki kanan Muniri justeru mengalami pembusukan.
Ketua PWI Kotabaru Ahmad Nurahsin Q mengatakan, bantuan diberikan sebagai bentuk kepedulian organisasi PWI kepada sesama yang memerlukan bantuan.
Menurut Ahmad, bantuan sembako dan sedikit uang diserahkan kepada Muniri diharapkan bisa meringankan sedikit bebannya sebagai tulang punggung keluarga.
Ahmad mengakui, belum bisa memberikan bantuan secara optimal karena organisasi PWI tidak punya anggaran dan operasional khusus.
“Mudah-mudahan saja ke depannya kegiatan sosial dilakukaj PWI Kotabaru bisa lebih maksimal,” tutupnya.
(Kalimantanlive.com/ Siti Rahmah)
Editor: Surya







