KALIMANTANLIVE.COM – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini cuaca ekstrem di sejumlah provinsi di Indonesia, hari ini, Senin (29/5/2023).
Seperti dilansir dilaman resmi bmkg.go.id, sejumlah wilayah seperti Jawa Barat berpotensi diguyur hujan disertai angin kencang dan petir.
Sementara itu untuk Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah rata-rata cuaca di kabupaten/kota cerah berawan dan hujan ringan
# Baca Juga :Peringatan Dini BMKG Sabtu 27 Mei 2023: Kalimantan Selatan Berpotensi Hujan Kilat dan Angin Kencang
# Baca Juga :Peringatan Dini BMKG Jumat 26 Mei 2023, 17 Wilayah Waspada Cuaca Ekstrem Hujan Lebat
# Baca Juga :Peringatan Dini BMKG Besok Kamis 25 Mei 2023: Waspada Kalsel Berpotensi Hujan Petir dan Angin!
# Baca Juga :Peringatan Dini BMKG Rabu 24 Mei 2023: Waspada Cuaca Ekstrem di 19 Wilayah, Termasuk Kalsel
Berdasarkan laporan dari BMKG, cuaca ekstrem terjadi pada 21 wilayah di Indonesia.
Terdapat 15 wilayah yang akan mengalami hujan disertai kilat dan angin kencang.
Selain itu ada 3 wilayah lainnya akan berpotensi mengalami angin kencang.
Sedangkan pada 3 wilayah lainnya mengalami cuaca ekstrem hujan lebat, kilat, dan angin kencang.
Wilayah yang berpotensi terjadi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang, Senin, 29 Mei 2023:
- Aceh
-
Kep. Riau
-
Bengkulu
-
Jambi
-
Sumatera Selatan
-
Kep. Bangka Belitung
-
Lampung
-
Banten
-
Jawa Barat
-
Kalimantan Utara
-
Kalimantan Timur
-
Gorontalo
-
Sulawesi Tengah
-
Maluku
-
Papua
Wilayah yang berpotensi terjadi hujan kilat/petir dan angin kencang:
- DKI Jakarta
-
Kalimantan Barat
-
Papua Barat
Wilayah yang berpotensi mengalami angin kencang:
- Bali
-
Sulawesi Barat
-
Maluku Utara
Siklon Tropis Mawar Penyebab Cuaca Ekstrem
Siklon Tropis Mawar terpantau masih berada di Laut Filipina sebelah Timur Filipina dengan kecepatan angin maksimum mencapai 95 knot (175 km/jam) dan tekanan udara 935 hPa.
Siklon tropis ini bergerak ke arah barat, menjauhi wilayah Indonesia, dan dalam 24 jam ke depan diprakirakan intensitasnya melemah.
Sirkulasi siklonik terpantau berada di Samudera Hindia Barat Lampung.
Sirkulasi tersebut membentuk daerah konvergensi dari Samudera Hindia Barat Sumatera Barat hingga Kep. Riau.
Daerah konvergensi lain terpantau memanjang dari Selat Malaka hingga Laut Cina Selatan, dari Riau hingga Laut Natuna, dari Laut Sulu hingga Filipina, dari Kalimantan Timur hingga Kalimantan Utara, di Laut Flores, dan di Samudera Hindia Barat daya Lampung.
Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar siklon tropis/sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah low level jet/konvergensi tersebut.
Editor : NMD
Sumber : Kalimantanlive.com/bmkg.go.id






