KALIMANTANLIVE.COM – Hari Tanpa Tembakau Sedunia atau World No Tobacco Day diperingati setiap tanggal 31 Mei.
Tahun ini tema Hari Tanpa Tembakau Sedunia tahun ini adalah “We need food, not tobacco” atau “Kami butuh makanan, bukan tembakau”.
Pemilihan tema tersebut agar meningkatkan kesadaran tentang peluang produksi dan pemasaran tanaman alternatif bagi petani tembakau dan mendorong mereka menanam tanaman yang berkelanjutan dan bergizi sehingga berkontribusi terhadap krisis pangan global.
# Baca Juga :Kotabaru Raih Adipura, Bupati Sayed Jafar : Tak Boleh Ada Satu Pun Puntung Rokok Dibuang di Tempat Wisata
# Baca Juga :FAKTA Ledakan di Blitar, dari Bayi Gegar Otak, Potongan Tubuh Terlempar hingga Rakit Petasan Sambil Merokok
# Baca Juga :Realisasi Penerimaan Pajak Kalsel 100 Persen, Bakeuda: Pajak Rokok Naik 111,74 Persen
# Baca Juga :Kemenkes Buka Suara Terkait Jokowi Larang Penjualan Rokok Batangan
Setiap tahun, tema Hari Tanpa Tembakau Sedunia mengangkat isu yang berbeda dan spesifik terkait industri tembakau.
Melansir laman WHO, sekitar 3,5 juta hektar lahan dikonversi untuk penanaman tembakau setiap tahun. Sementara tanaman tembakau dapat berkontribusi terhadap deforestasi seluar 200.000 hektar per tahun.
Sebelumnya, Perayaan Hari Tanpa Tembakau ini sebagai pengingat betapa bahayanya tembakau dan juga untuk mengajak masyarakat dunia tidak merokok tembakau selama satu hari.
Selain itu, kampanye ini bertujuan untuk perbaikan di segala bidang untuk membatasi produksi tembakau yang merugikan masyarakat.
Berikut sejarah, tema, dan tujuannya Hari Tanpa Tembakau 2023:
Sejarah Hari Tanpa Tembakau Sedunia
Dilansir dari situs resmi Badan Kesehatan Dunia (WHO), negara-negara anggota WHO mencetuskan Hari Tanpa Tembakau sedunia pada tahun 1987.
Hal itu dilakukan untuk menarik perhatian global terhadap masalah tembakau dan kematian akibat penyakit yang ditimbulkannya.
Pada tahun yang sama, World Health Assembly atau Majelis Kesehatan Dunia mengesahkan Resolusi WHA40.38. Resolusi itu berisi seruan agar tanggal 7 April 1988 menjadi “Hari Tanpa Rokok Sedunia”.
Kemudian pada 1988, mereka kembali mengesahkan Resolusi WHA42.19 yang menyerukan perayaan Hari Tanpa Tembakau Sedunia untuk dirayakan setiap tanggal 31 Mei.
Perayaan tahunan ini untuk menginformasikan kepada masyarakat tentang bahaya penggunaan tembakau, praktik bisnis perusahaan tembakau, dan apa yang dilakukan WHO untuk memerangi tembakau
Selain itu, perayaan ini juga untuk mengetahui apa yang dapat dilakukan orang-orang di seluruh dunia untuk mengklaim hak mereka atas kesehatan dan hidup sehat serta untuk melindungi generasi masa depan.







