“Kalau memang misalnya contoh ingin mandiri atau bayar sendiri dengan peminat ada 100 orang. Kita ajukan ke Perpusnas karena peminatnya begitu banyak terpaksa harus berbayar, karena kita mendatangkan para penguji,” ungkapnya.
Sementara itu, Kelapa Dispersip Tabalong, Norhayati menambahkan, pihaknya akan mensosialisasikan terhadap ujian kompetensi pustakawan bagi pengelola perpustakaan di Tabalong.
“Kita akan sosialisasikan nanti, siapa-siapa saja yang mau ikut akan kita bantu untuk ikut serta dalam ujian kompetensi,” tambahnya.
(Kalimantanlive.com/A Hidayat)
Editor: Surya







