BARABAI, Kalimantanlive.com – Mahasiswa UIN Antasari yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Hinas Kanan, Kecamatan Hantakan, Kabupaten HST, menemukan angka buta huruf di desa tersebut cukup tinggi dan meminta semua pihak bersinergi untuk mengentaskannya.
Prihatin menyaksikan kondisi tingginya angka penyandang buta huruf serta infrastruktur pendukung sekolah di Desa Hinas Kanan, mahasiswa KKN UIN Antasari berharap semua pihak terkait agar segera bersama-sama untuk mengatasi permasalahan tersebut.
BACA JUGA:
Memperkuat Ketangguhan Masyarakat Hadapi Bencana, Pemprov Kalsel Gelar Pelatihan di Balangan
“Kami berharap Dinas Pendidikan atau stakeholder terkait merespon, dan secepatnya untuk menanganinya,” kata Ketua KKN UIN Antasari Kelompok 5, Khairul Rizal, Rabu (31/5/2023).
UIN Antasari Banjarmasin rutin mengirim mahasiswa-mahasiswi pada Program Kuliah Kerja Nyata (KKN). KKN merupakan salah satu bentuk dari upaya pengaplikasian Tri Dharma Perguruan Tinggi.
KKN juga bisa disebut suatu program pendidikan yang memberikan seperangkat pengalaman belajar kepada mahasiswa melalui berbagai program pengabdian kemasyarakatan yang dirancang dan disesuaikan dengan bidang keilmuan mahasiswa.
Seperti yang sedang dilaksanakan oleh Mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin pada 20 Mei-20 Juni 2023 di Desa Hinas Kanan, Kecamatan Hantakan Kabupaten Barabai, Provinsi Kalimantan Selatan.
Mahasiswa KKN Kelompok 5 dengan Supervisor Drs Ahmad Rijali, MPd, berjumlah 7 orang yaitu Khairul Rizal, Muhammad Iqbal Pratama, Muhammad Saufi Hidayat, Masliah, Noor Tiara, Ummi Rahmiatun, dan Syed Al-Idrus. Mahasiswa ini berasal dari beberapa daerah, provinsi bahkan negara Malaysia.







