Messi Hengkang, Pendapatan di Ligue 1 Bakal Berkurang dan Ketinggalan dari Liga Top Eropa

KALIMANTANLIVE.COM – Masa depan Lionel Messi di Paris Saint-Germain akhirnya mulai menemui jalan terang.

Baru-baru ini, pelatih PSG, Christophe Galtier, mengonfirmasi kepergian Messi.

Galtier menyampaikan konfirmasi kepergian Messi dari PSG pada jumpa pers pada Kamis (1/6/2023).

# Baca Juga :Perkan Depan Kepastian Messi Pindah ke Klub Mana, Barcelona Buka Pintu, Al Hilal Siapkan Rp 4,819 T

# Baca Juga :Messi dan Benzema Bakal Ikut Jejak Ronaldo ke Liga Arab, Gaji Bersih Rp4,8 Triliun

# Baca Juga :Media Argentina Sebut Messi Bakal Ikut Lawan Indonesia di Jakarta, Erick Thohir Tak Yakin

# Baca Juga :Indonesia vs Argentina FIFA Matchday 2023, Lionel Messi Dipastikan Ikut

Juru taktik asal Prancis tersebut mengatakan bahwa pertandingan PSG melawan Clermont dalam pekan ke-38 Liga Prancis 2022-2023 akan menjadi laga terakhir La Pulga.

Kepergian Messi juga diyakini akan membuat Ligue 1 semakin tertinggal dari liga-liga top Eropa lainnya. Analisis itu berkaitan dengan pendapatan dari hak siar internasional.

Kontrak Messi dengan PSG selesai pada akhir bulan ini. Pemain 35 tahun itu sudah mengirim sinyal akan meninggalkan klub ibukota Prancis.

Ada beberapa klub yang dikabarkan meminati Messi. Barcelona ingin memulangkan La Pulga, ada juga Al Hilal yang ingin menggaet pemain asal Argentina itu.

Messi menjadi magnet tersendiri saat pindah ke PSG pada dua tahun lalu. Sorotan ke Ligue 1 pun kian besar karena ada pemain top lagi setelah Neymar dan Mbappe.

Penjualan hak siar Ligue 1 pun mencapai 71,1 juta euro. Grup BeIn Sports yang menguasai hak siar internasional Ligue 1. Otoritas Ligue 1 mematok target pendapatan 203 juta euro pada musim mendatang.

Tapi, Virgile Caillet, pakar sepakbola dari Union Sport & Cycle, menegaskan bahwa hal itu akan sulit tercapai. Sebabnya, Liga Prancis sudah kehilangan salah satu daya tarik terbesarnya kalau Messi pergi.

“Kita tidak bisa membicarakan kerugian. Akhirnya, kita sebaiknya membahas mengenai kehilangan pendapatan. Hak siar internasional Ligue 1 merupakan yang terendah dibandingkan dengan liga mayor lainnya sejauh ini,” kata Caillet di RMC Sport.

“Kita hampir mencapai 80 juta euro pada puncaknya saat Premier League melebihi satu miliar dan kejuaraan lain mendekati satu miliar. Kita menyadari kesenjangan yang cukup besar dalam hak siar internasional dari Ligue 1.”

“Salah satu tujuan dari Professional Football League dan presiden dari klub Ligue 1 adalah mencoba untuk melipat gandakan, tiga kali, atau bahkan berlipat-lipat dari angka ini pada sisi hak siar internasional dan benar-benar mempunyai pemain-pemain yang menjadi simbol di skuad klub Ligue 1,” kata dia menambahkan.

Editor : NMD
Sumber : Kalimantanlive.com/berbagai sumber