VIRAL Pemandu Lagu Karaoke di Jateng Dipukul & Diancam Pedang, Korban Ditemukan Tewas

KALIMANTANLIVE.COM – Seorang wanita yang berprofesi sebagai pemandu lagu atau lady companion (LC) di Batang, Jawa Tengah berinisial LA (24) diduga menjadi korban penganiayaan hingga tewas.

Kasatreskrim Polres Batang, AKP Andi Fajar mengatakan, korban yang merupakan warga Kecamatan Bandar, Batang ini, sempat menjalani perawatan di RSUD Limpung. Namun nyawanya tak tertolong.

AKP Andi juga mengungkap bahwa terdapat sejumlah luka lebam yang ditemukan di tubuh korban, di antaranya di wajah, leher, dada, perut, dan kaki.

# Baca Juga :KRONOLOGI 2 Tewas & Puluhan Orang Keracunan Usai Makan Sushi di Restoran Ini

# Baca Juga :Remaja Tewas di Dor di Leher saat Nonton Musik Dangdut, Warga: Acara Kecil Bawa Senjata

# Baca Juga :Geger, Laki-Laki Asal Bogor Ditemukan Tewas Gantung Diri di Rumah Kontrakan Kotabaru

# Baca Juga :Prajurit TNI Menganiaya Pedagang Lansia di Tanah Bumbu hingga Tewas, Kapendam VI/Mulawarman Angkat Bicara

“Dari hasil pemeriksaan, korban menjadi korban penganiayaan pada Kamis dini hari dan sempat mendapat perawatan medis. Namun, tadi pagi sekitar pukul 07.00 WIB, korban meninggal,” ujar Andi, Sabtu (3/6/2023).

Polisi mendalami dugaan korban mengalami penganiayaan berat. Peristiwa sebelum terjadinya penganiayaan terhadap korban viral di media sosial.

Dalam rekaman itu korban sempat dipukul di bagian wajah hingga diancam oleh seorang pria yang memegang senjata tajam panjang sejenis pedang.

Lokasi kejadian penganiayaan seorang PL ini di salah satu tempat hiburan malam di kafe dan karaoke yang berada Dusun Wuni, Desa Tanggulangharjo, Kecamatan Banyuputih, Batang.

Pihaknya telah melakukan olah kejadian perkara. Di TKP, polisi menemukan sejumlah barang bukti, berupa sebuah parang, botol miras hingga rekaman CCTV. Polisi juga telah mengamankan terduga pelaku yakni AP (36) yang juga sebagai operator kafe dan karaoke setempat.

“Kita telah mengamankan pelaku AP yang diduga telah melakukan penganiayaan terhadap korban. Dan saat ini pelaku masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut,” tambah Andi Fajar.

Editor : NMD
Sumber : Kalimantanlive.com/berbagai sumber