“Acara ini dikemas sesuai dengan tema Mappanre Ri Tasi’e yakni Nelayan Berkah, Tanah Bumbu sejahtera,” kata Bupati dalam sambutannya sebelum melaksanakan selamatan di atas kapal.
Setiap even termasuk acara Mappanre Ri Tasi’e kini semakin memperjelas dan sekaligus menepis anggapan atas perbuatan syirik, karena sebelumnya sudah disepakati untuk merubah anggapan tersebut dan segalanya harus diperbaiki.
“Dengan tudingan itu akhirnya kita rubah untuk lebih baik lagi semua tidak lepas dari petunjuk para tokoh alim ulama dan lembaga adat. Alhamdulillah, inilah yang harus kita syukuri,” tegasnya.
Atas nama pemerintah daerah, kata Abah Zairullah, izinkan kami menyampaikan terimakasih kepada masyarakat dan semua pihak yang sudah mendorong berbagai program pemerintah selama ini.
(Kalimantanlive.com/Desy)
Editor: Surya







