KALIMANTANLIVE.COM – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah merilis peringatan dini cuaca ekstrem di 16 wilayah, termasuk Kalimantan Selatan, Rabu (7/6/2023).
Dilansir dari BMKG, cuaca di Kalimantan Selatan (Kalsel) didominasi cuaca cerah berawan dari pagi hingga malam.
# Baca Juga :Cuaca Ekstrem di 15 Wilayah di Indonesia, BMKG: Kalsel Berpotensi Hujan Petir dan Angin Kencang
# Baca Juga :Peringatan Dini Cuaca 33 Kota di Indonesia 5 Juni 2023, BMKG: Banjarmasin Hujan Petir Siang Hari
# Baca Juga :16 Wilayah Waspada Cuaca Ekstrem Sabtu 3 Juni 2023, BMKG: Cuaca di Kalimantan Selatan Baik-baik Saja
# Baca Juga :Peringatan Dini Cuaca Jumat 2 Juni 2023, BMKG: 16 Wilayah Cuaca Ekstrem, Kalsel Cerah Berawan
BMKG mengatakan, bibit siklon tropis 98 W terpantau berada di Samudera Pasifik Barat Laut sebelah Utara Papua dengan kecepatan angin maksimum mencapai 20 knot (37 km/jam) dan tekanan udara 1006.0 hPa.
Bibit siklon tropis ini bergerak ke arah Utara, dan dalam 24 jam kedepan diprakirakan dalam kategori rendah untuk menjadi siklon tropis.
Sistem ini membentuk daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi), daerah pertemuan angin (konfluensi), dan menginduksi peningkatan kecepatan angin >25 knot (low level jet) di Samudra Pasifik sebelah Timur Filipina sekitar sistem.
Bibit Siklon Tropis 99 W terpantau berada di Laut Cina Selatan dengan kecepatan angin maksimum mencapai 15 knot (28 km/jam) dan tekanan udara 1006.0 hPa.
Bibit siklon tropis ini bergerak ke arah Utara, dan dalam 24 jam kedepan diprakirakan dalam kategori rendah untuk menjadi siklon tropis.
Sistem ini membentuk daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi), daerah pertemuan angin (konfluensi), dan menginduksi peningkatan kecepatan angin >25 knot (low level jet) di Laut Cina Serlatan sekitar sistem.
Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar bibit siklon tropis dan di sepanjang daerah low level jet/konvergensi/konfluensi tersebut.
Sirkulasi Siklonik terpantau berada di Sulawesi Barat.
Sirkulasi tersebut membentuk daerah konvergensi dari Sulawesi Selatan hingga Selat Makassar.
Daerah konvergensi lain terpantau memanjang dari Bengkulu hingga Jambi, dari Aceh hingga Sumatera Utara, dan di Papua.
Daerah pertemuan angin (konfluensi) juga terpantau berada di Laut Cina Selatan, Samudra Pasifik Timur Filipina.
Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah /konvergensi/konfluensi tersebut.
Wilayah yang berpotensi cerah dan cerah berawan seharian:
Kalimantan Selatan
Wilayah yang berpotensi hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang:
Sumatera Barat
Bengkulu
Jambi
Sumatera Selatan
Kep. Bangka Belitung
Lampung
Banten
Jawa Barat
DI Yogyakarta
Jawa Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Utara
Kalimantan Timur
Papua Barat
Papua
Wilayah yang berpotensi hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang:
Aceh
Riau
Kep. Riau
DKI Jakarta
Jawa Tengah
Maluku
Wilayah yang berpotensi angin kencang:
Nusa Tenggara Barat
Sulawesi Barat.
editor : NMD
Sumber : Kalimantanlive.com/bmkg.go.id









