MARTAPURA, Kalimantanlive.com – Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar angkat suara mengenai kematian ribuan ikan di tiga desa mati massal, beberapa hari lalu.
Akibat kejadian para pengusaha keramba (jala apung) di Kabupaten Banjar mengalami kerugian jutaan rupiah.
Kepala Bidang Budidaya DKPP Banjar, Sipliansyah Hartani mengatakan, ikan mati beratnya sekitar 5 ton. Jenis rata-rata yang mati adalah ikan nila.
“Jumlah pembudidaya terdampak ikan mati sia-sia ini masih dalam pencatatan,” katanya, Kamis (8/6/2023) sore.
Hartani menambahkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan pembudidaya di tiga desa. Tiga desa yang merugi antara lain Desa Mali Mali, Desa Arfat dan Desa Pingaran Ulu.
Soal bantuan, Hartani menyebut akan berkoordinasi dengan Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Mandiangin di Karang Intan.
“Untuk penyebab kematian ribuan ikan disebabkan kurangnya kadar oksigen di dalam keramba,” jelasnya.







