Sehingga Anang meminta setidaknya menargetkan persentase pemilih pada Pemilu 2024 mendatang bisa mencapai 90 bahkan 95 persen.
“Terlebih-lebih kita menghadapi tantangan-tantangan andaikata mahkamah konstitusi memutuskan sistem tertutup, maka tingkat partisipasi itu akan anjlok,” ungkapnya.
Menurutnya, tingkat partisipasi sangat penting walaupun masih ada masyarakat yang beranggapan bahwa ikut ataupun tidak ikut mencoblos tetap sama atau tidak berpengaruh.
“Sama saja kerja menyadap karet. Tingkat partisipasi ini harus kita naikkan, ada 20 persen yang tidak ikut ya, itu bisa menghasilkan 4 sampai 5 orang anggota DPRD,” ujar Anang.
Ditambahkannya, dari total keseluruhan jumlah pemilih di Tabalong ada sekitar 170 ribuan sehingga 20 persen yang setidaknya sebanyak 34 ribu suara yang tidak menggunakan hak pilihnya.







