Tiket Rp3,8 Miliar Per Orang
Kapal selam yang membawa wisatawan penjelajah bangkai Titanic dikabarkan hilang di lepas pantai Kanada Tenggara. Sebagai perusahaan yang mengoperasikannya, OceanGate Expeditions tengah melakukan upaya penyelamatan terhadap para penumpang, termasuk miliarder Inggris Hamish Harding.
Ide wisata ini sempat membuat publik tercengang selama beberapa tahun terakhir lantaran biayanya yang cukup fantastis. Penasaran berapa harga dan fasilitas apa saja yang akan tersedia? Simak informasinya di bawah ini!
Iya, kamu tidak salah baca, Bela. Wisata jelajah bangkai Titanic ini memang memakan biaya US$250 ribu atau sekitar Rp3,8 miliar per orangnya. OceanGate Expeditions tercatat sukses menyelesaikan perjalanan ini pada 2021 dan 2022 lalu.
Mengutip dari situs resmi oceangate.com, perjalanan ini mematuhi pedoman NOAA Guidelines for Research Exploration and Salvage of RMS Titanic [Docket No. 000526158–1016–02]. Mereka pun mengikuti pedoman yang ditetapkan UNESCO mengenai kelestarian situs warisan dunia bawah laut.
Dengan harga fantastis tersebut, wisatawan akan diajak menjadi seorang penjelajah selama 10 hari (dengan 8 hari di lautan). Satu tim akan terdiri dari enam spesialis misi. Mereka berangkat dari St. John, Newfoundland lalu berlayar sejauh 400 mil menuju titik karamnya Titanic. Perjalanan dilanjutkan dengan menyelam hingga kedalaman maksimal 12.500 kaki atau 3.800 meter menuju situs bangkai kapal legendaris tersebut.
Masih dari situs resmi OceanGate Expeditions, Ekspedisi Titanic ini melibatkan survei ilmiah dan teknologi terhadap bangkai kapal tersebut.
Beberapa misi yang harus dilakukan wisatawan antara lain:
- Melengkapi pekerjaan yang dilakukan pada ekspedisi ilmiah sebelumnya untuk mengambil data dan gambar untuk studi ilmiah lanjutan di situs tersebut.
- Mendokumentasikan kondisi bangkai kapal dengan kualitas foto dan video high definition (HD).
- Mendokumentasikan flora dan fauna yang menghuni situs bangkai kapal untuk dibandingkan dengan data yang dikumpulkan pada ekspedisi ilmiah sebelumnya, serta menilai perubahan habitat dan situs warisan maritim dengan lebih baik.
Editor : NMD
Sumber : Kalimantanlive.com/berbagai sumber







