Dengan menggunakan biaya sendiri sebesar Rp 1,8 juta, para korban pada 8 Maret 2023 berangkat ke Bandara Syamsudin Noor menuju bandara Soekarno Hatta ke Jakarta.
Setalah tiba di Bandara Soekarno Hatta, para korban diarahkan seorang laki-laki yang tifak dikenal diduga suami BD menuju ke sebuah apartemen sebagai tempat penampungan sebelum berangkat ke Arab Saudi.
“Ternyata saat itu juga audah ada calon pekerja migran yang berasal dari Padang, dan Riau,” lanjutnya.
Usai dua hari bertempat di penampungan tersebut, BD mendatangi para korban dan memberitahu dalam waktu dekat akan dilakukan bio metrik untuk proses pembuatan visa.
Namun kemudian setelah dua bulan lamanya menunggu, BD diketahui telah berangkat ke Arab Saudi membawa jamaah umrah yang ternyata para korban tidak diberangkatkan.










