KALIMANTANLIVE.COM – Menjelang Hari Raya Idul Adha, semua orang pasti sudah tak sabar menyantap menu andalan yakni makanan olahan daging kambing.
Idul Adha atau Hari Raya Kurban seakan identik dengan daging kambing dan sapi. Setiap orang berbondong-bondong mengolah daging tersebut menjadi olahan yang lezat, biasanya menjadi sate.
# Baca Juga :Masakan Berbahan Daging Kambing Lebih Gurih dan Sedap Pakai Lima Bahan Alami dari Dapur
# Baca Juga :Tips Membedakan Daging Kambing dan Sapi, Perhatikan Warna dan Seratnya
# Baca Juga :Melalui Kontes Kambing, Wali Kota Banjarbaru Ingin Populasi Ternak Bertambah dan Sehat
# Baca Juga :Hari Raya Idul Adha, Warga RT 12 dan 13 Banjar Indah Permai Banjarmasin, Potong 5 Ekor Sapi dan 1 Kambing
Konsumsi daging kambing pada hari Idul Adha lebih tinggi dari pada hari-hari biasanya. Hal ini lantas turut menimbulkan kekhawatiran karena efek samping atau bahaya memakan daging kambing terlalu banyak.
Sama halnya dengan daging merah lainnya, daging kambing juga mengandung protein tinggi.
Meski demikian, mengonsumsi daging kambing tidak boleh terlalu banyak. Sebab terlalu banyak mengonsumsinya bisa memicu berbagai masalah kesehatan.
Bahkan, beberapa orang dalam kondisi medis tertentu sebaiknya tidak mengonsumsi daging kambing.
Dilarang makan daging kambing
Ada beberapa orang dengan kondisi kesehatan tertentu yang sebaiknya tidak mengonsumsi daging kambing.
Sebab, nekat mengonsumsinya bisa memperparah masalah medis yang dialaminya. Berikut orang-orang yang sebaiknya tidak mengonsumsi daging kambing:
- Orang dengan penyakit liver
Karena daging kambing memiliki kadar protein yang tinggi, mengonsumsi protein dan lemak dalam jumlah berlebihan akan meningkatkan stres pada hati.
Hal ini bisa membuat penyakit hati atai liver yang dideritanya kambuh.
- Orang dengan suhu tubuh tinggi atau hipertensi
Mereka yang menderita demam tinggi, batuk berdahak, sakit gigi, maag, jerawat, atau wasir sebaiknya menghindari daging kambing.
Daging kambing juga dilarang untuk penderita darah tinggi karena dapat menyebabkan sakit kepala.
Selain itu, mereka yang rentan sariawan, mata merah, sakit tenggorokan, gusi bengkak, dan diare sebaiknya menghindari daging kambing.
- Anak-anak
Anak-anak juga tidak disarankan untuk mengonsumsi terlalu banyak daging kambing.
Sebab, kondisi hati dan ginjal mereka belum cukup mampu untuk mengelola terlalu banyak protein yang ada dalam daging kambing.
- Orang dengan kolesterol tinggi
Orang dengan kadar kolesterol tinggi atau gangguan jantung harus membatasi asupan daging merah, termasuk daging kambing.
Daging merah mengandung lemak jenuh yang tinggi, yang dapat meningkatkan kadar kolesterol dan berkontribusi terhadap penyakit jantung.
- Orang dengan penyakit ginjal
Orang dengan masalah ginjal harus menghindari daging kambing karena tinggi purin.
Purin adalah senyawa yang ditemukan dalam makanan yang terurai menjadi asam urat di dalam tubuh.
Asam urat dapat menumpuk di dalam tubuh dan membentuk kristal, yang dapat menyebabkan batu ginjal atau asam urat.
Oleh karena itu, penderita gangguan ginjal sebaiknya membatasi asupan makanan kaya purin, termasuk daging kambing.
Editor : NMD
Sumber : Kalimantanlive.com/berbagai sumber









