KALIMANTANLIVE.COM – Dewi Perssik baru saja membagikan kejadian kurang menyenangkan yang baru saja ia alami lewat Live Instagramnya pada Selasa (27/6/2023).
Dalam siaran langsung tersebut, pemilik goyang gergaji ini menceritakan bahwa ia ingin memberikan sapi untuk kurban dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1444 H di kediamannya kawasan Lebak Bulus 2, Jakarta Selatan.
Namun, sapi kurbannya malah ditolak oleh Ketua RT di tempat tinggalnya.
# Baca Juga :Bupati Tabalong Harap Gerakan Pangan Murah Bantu Masyarakat Cukupi Kebutuhan Jelang Idul Adha 1444 Hijriah
# Baca Juga :37 Ucapan Idul Adha dalam Bahasa Inggris dan Indonesia, Pas untuk Grup Teman dan Keluarga di Medsos
# Baca Juga :Rabu, Muhammadiyah Batam Shalat Idul Adha 1444 H, Dipusatkan di Stadion Temanggung Abdul Jamal
# Baca Juga :Pastikan Stok Bapok dan Hewan Kurban Jelang Idul Adha Cukup, Wali Kota Banjarmasin Lakukan Monitoring
Padahal, kurban menjadi ibadah yang rutin dilakoni oleh Dewi Perssik sebagai bentuk syukur atas rezeki yang dilimpahkan oleh Allah SWT di momen Idul Adha. Hampir setiap tahun, ia selalu menyumbangkan sapi, bahkan pada 2021 ia sempat membeli dua ekor sapi hingga menghabiskan Rp 150 juta untuk di rumahnya dan di Jember.
Sayangnya, kini ibadah tersebut terganggu karena penolakan dari Ketua RT di lingkungan tempat tinggalnya.
“Aku minta tolong ke ustaz di dekat rumah untuk menitip sapi untuk kurban. Tapi, ART dan securityku malah dibentak oleh Bapak RT 04 di sekitar rumahku ini. Katanya, lingkungan sini tidak butuh dan tidak kekurangan daging,” kata Dewi Perssik melalui Live Instagram-nya.
Seperti biasanya, Dewi Perssik juga menceritakan niat awalnya hanya menitipkan dan meminta data warga sekitar yang ingin dibagikan daging kurban. Meskipun disembelih di tempat lain, Dewi Perssik mengaku sudah meminta daftar nama warga untuk dibagikan daging kurban miliknya.
Namun, tiba-tiba saja Ketua RT datang dan langsung menolak kurban darinya dengan dalih jika warga di sana tak kekurangan daging sama sekali.
“Saya kan beli sapinya di Brebes, awalnya hanya ingin menitipkan ke Pak Ustaz di lingkungan dan agar tidak merepotkan pengurus masjid di sini, aku tuh minta bantuan rekan dari relawan Sahabat Ganjar yang melakukan prosesi penyembelihan,” terang Dewi Perssik.
“Tadi (Ketua) RT di sini datang dan mengatakan warga di sini tidak kekurangan daging,” jelasnya.
Hal ini pun menjadi perhatian publik dan membuat polisi turun tangan. Kapolsek Cilandak, Kompol Wahid Key, pun mengaku masih menggali informasi mengenai masalah tersebut. Ia berusaha untuk mencari duduk perkara yang jelas dari kedua belah pihak.
Editor : NMD
Sumber : Kalimantanlive.com/berbagai sumber







