Gempa Bantul, Nenek Tewas Usai Jatuh dari Tempat Tidur, Ibu Patah Kaki saat Selamatkan Anak

KALIMANTANLIVE.COM – Gempa berkekuatan magnitudo (M) 6 mengguncang Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

“Sebanyak 41 kali gempa susulan pasca gempa 6,0 di selatan Yogyakarta,” kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, dalam keterangan tertulis, Sabtu (1/7/2023).

Diketahui, gempa berkekuatan M 6 yang berpusat di barat daya Bantul itu terjadi sekitar pukul 19.57 WIB. Guncangan gempa tersebut dirasakan di sejumlah daerah, bahkan hingga ke Jakarta.

# Baca Juga :Akibat Gempa Bantul, 9 Warga Luka, 1 Meninggal, 245 Rumah Rusak dan 11 Kabupaten Bergetar

# Baca Juga :Gempa Magnitudo 7,3 Terjang Padang, Warga Berlarian Getaran hingga ke Bukittinggi

# Baca Juga :Korban Tewas Gempa Turki-Suriah 21 Ribu Jiwa, Erdogan Selamatkan 16 Bayi Pakai Jet Pribadi

# Baca Juga :Eks Pemain Chelsea Christian Atsu Belum Ditemukan Usai Gempa Dahsyat di Turki

Saking kencangnya, gempa tersebut terasa di berbagai wilayah sekitar dari Solo, Tegal, Klaten hingga Pacitan.

Tak hanya menimbulkan kerugian material, rupanya gempa tersebut juga menelan korban jiwa maupun luka-luka.

Korban Tewas ternyata Nenek Jatuh dari Ranjang

Seorang warga Bantul, DI Yogyakarta, dilaporkan meninggal dunia karena kaget saat gempa terjadi Jumat (30/6/2023) malam.

“Betul ada yang meninggal karena kaget,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul Agus Yuli Herwanta, Jumat malam.

Dijelaskannya, korban meninggal bernama S, perempuan usia 67 tahun warga Wonodoro RT 01, Molyodadi, Kalurahan Bambanglipuro, Bantul.

“Meninggal karena kaget dan terjatuh dari tempat tidur saat getaran gempa,” kata Agus.

Selain korban meninggal dunia, ada 6 orang luka yang dirawat di rumah sakit, 3 di RSUD Panembahan Senopati, 1 di PKU Muhammadiyah, dan 1 di RS UII.

Adapun data sementara kerusakan akibat gempa ada 17 rumah terdampak gempa, sebagian besar pada atap.

Selamatkan Anak Kaki Patah

Seorang warga di Padukuhan Tenggang RT01, Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, DI Yogyakarta, kakinya patah karena panik saat gempa Jumat (30/6/20023) malam.

“Seorang warga kaki kirinya patah saat akan menyelamatkan anaknya,” kata Anggota FPRB Kalurahan Kemadang, Surisdiyanto saat dihubungi melalui telepon Sabtu (1/7/2023) dinihari.

Dikatakannya, korban atas nama Indri Tiasari (23) saat gempa panik berlari mau menggendong anaknya sehingga terpeleset.

“Karena lokasi terlalu terjal sehingga kaki korban tidak mampu untuk menopang tubuhnya sehingga kaki kirinya patah tulang,” kata Suris.

Saat ini korban sedang menunggu keputusan dari pihak rumah sakit umum daerah (RSUD) Wonosari. “Sudah dirawat, semoga kondisinya segera membaik,” kata dia.

Kepala di Jahit

Sebuah rumah di Desa Pagedangan, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah rusak akibat gempa bumi yang terjadi di Bantul, Jumat (30/6/2023) sekitar pukul 19.57 WIB.

Akibat gempa pemilik rumah di RT 24, RW 03, Pagedangan, Slamet (40) mengalami luka di bagian kepala dan mengadapatkan 4 jahitan.

Sebelumnya, Slamet tertimpa material atap rumah hingga harus dilarikan ke Klinik Pratama Yonif 407/PK Tegal.

“Rusak satu rumah. Korban luka dibawa ke DKT 407,” kata Relawan PMI Kabupaten Tegal, Ramedon saat dikonfirmasi Kompas.com, Sabtu (1/7/2023) dini hari.

Diungkapkan Ramedon, pada saat kejadian korban Slamet beserta istri dan ketiga anaknya sedang beraktivitas seperti biasanya. Saat itu Slamet sedang duduk dan tiba-tiba terasa getaran gempa dan atap rumah ternit bagian tengah ambruk.

PMI Kabupaten Tegal bersama tim gabungan masih melakukan assesment. Berkoordinasi dengan perangkat desa termasuk RT dan RW setempat.

Akibat kejadian itu, Slamet mengalami kerugian material sekitar Rp 7 juta.

Editor : NMD
Sumber : Kalimantanlive.com/berbagai sumber