KALIMANTANLIVE.COM – Video viral memperlihatkan seorang sopir mobil boks pengantar barang diamuk warga lantaran diduga telah mangganggu iring-iringan mobil pengantar jenazah di Surabaya, Jawa Timur.
“Sebuah mobil box melewati kerumunan orang yang mau antar jenazah di Jalan Sasak, Kelurahan Ampel, Kecamatan Semampir, Kota Surabaya. Jawa Timur, dianggap menggangu iring-iringaan jalan para pengantar jenazah,” tulis akun Instagram @kabarnegri, Senin (10/7/2023).
Dalam unggahan video berdurasi 1 menit 30 detik itu terlihat sejumlah massa iring-iringan jenazah merusak mobil box yang diduga mengganggu iring-iringan tersebut hingga kaca bagian depan pecah.
# Baca Juga :VIRAL Jemaah Haji Asal Makassar Borong 1 Kg Emas di Jeddah, Total Mencapai Rp 1 Miliar
# Baca Juga :VIRAL Video Tiktoker Asal Kaltim Bikin Malu di Makkah, Joget hingga Tertabrak Orang yang Melintas
# Baca Juga :VIRAL Video TikTok, Bapak-bapak Mengaku Polisi, Matah Ditegur Merokok Sambil Kendarai Motor
# Baca Juga :VIRAL Video Pajero Sport Pakai Strobo Maksa Salip Calya di Jalur Kanan di Jalan Tol
Tak hanya mobil saja, sopir mobil box juga menjadi korban amukan massa.
Dalam video itu sejumlah warga mengepung dan merusak mobil boks. Pengunggah lainnya adalah akun Instagram @andreli_48, pada Senin (10/7/2023).
Dalam unggahan tersebut menyebutkan insiden terjadi lantaran pengemudi kendaraan mobil boks itu enggan menepi saat ada ambulans pembawa jenazah yang hendak melintas.
Sejumlah warga terlihat mengepung mobil boks tersebut, beberapa diantaranya terlihat memecahkan kaca mobil bagian depan hingga hancur. Sedangkan, sejumlah warga lainnya terlihat memukuli pengemudi mobil boks menggunakan tangan dan helm.
Kapolsek Semampir Surabaya Kompol Nur Suhud menjelaskan, kejadian bermula saat ambulans yang membawa jenazah warga sekitar melintas di Jalan Sasak. Sedangkan, mobil boks yang berada di depannya tidak menepi.
“Mobil boks yang ada di depan ambulans tidak memberi jalan. Malah menabrak Samsul (pengawal mobil jenazah),” ucap Suhud, dikutip dari Kompas.com, Senin (10/7/2023).
Namun, pengemudi tersebut tetap tidak menghentikan laju kendaraannya. Hingga akhirnya warga sekitar beserta rombongan pengantar jenazah mengepung dan merusak mobil boks tersebut.
Insiden seperti ini bukan pertama kalinya terjadi. Mengingat ambulans merupakan salah satu kendaraan yang berhak mendapat prioritas di jalan, pengendara sudah seharusnya memberikan jalan bagi ambulans yang tengah bertugas.
Training Director The Real Driving Center (RDC) Marcell Kurniawan mengatakan, pengendara sudah sepantasnya untuk memberikan jalan bagi ambulans yang tengah bertugas.
“Kendaraan di sekitar ambulans harus segera mengurangi kecepatan dan berusaha menepi. Jadi saat pengemudi mulai mendengar suara sirene, mereka harus segera mengetahui asal suara dan mengambil tindakan untuk memberikan jalan bagi ambulans,” ucap Marcell.
Menurut Marcell, ambulans seharusnya dapat berjalan dengan lancar asalkan semua kendaraan dapat bekerja sama untuk memberikan prioritas.
“Standar lebar jalan kolektor itu adalah 7 meter. Bila kendaraan kiri dan kanan berhenti dan menepi ambulans masih dapat melintas dengan lancar,” kata Marcell.
Hal senada juga diungkapkan oleh Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana. Menurutnya, pengendara wajib melihat ke sekeliling ketika mendengar suara sirene terutama di belakang. Jadi, ketika melihat ambulans maka bisa segera menghindar.







